Beranda

MISI BEPI COLOMBO SIAP MENUJU MERKURIUS.

Tinggalkan komentar

Merkurius planet terdekat dengan Matahari, ialah planet di tata surya yang paling kurang dieksplorasi karena kesulitannya tinggi. Jadi, Badan Antariksa Jepang (JAXA) meluncurkan misi Bepi Colombo menuju Merkurius.
Misi ini terdiri dua satelit, Mengorbit Planet Merkurius (MPO) milik Eropa, dan Mengorbit Magnetis Merkuri (MMO) milik Jepang. Lagi

Iklan

SEMUT BERNAVIGASI MANFAATKAN MATAHARI DAN MEMORI.

Tinggalkan komentar

Riset menunjukkan semut menentukan arah bergerak dengan menandai posisi matahari, dikombinasikan informasi visual tentang lingkungan sekitar yang diingat semut. Bahkan, semut tak bingung meski jalan mundur. ” Temuan utama kami, semut dapat membedakan arah perjalanan dengan orientasi tubuhnya, ” kata salah satu penulis hasil studi, Antoine Wystrach, yang bekerja di Universitas Edinburgh, Inggris, serta Pusat Riset Ilmiah Nasional Perancis ( CNRS ).

Lagi

RAMBUT PANJANG SAVJIBHAI RATHWA.

Tinggalkan komentar

Memiliki rambut panjang sepinggang saja umumnya orang sudah kebingungan merawatnya. Namun, berbeda halnya dengan seorang pria asal Surendranagar, India, yang justru memelihara rambutnya hingga memiliki panjang 62 kaki ( 18,9 meter ). Laman UPI melaporkan, kini ia mendaftarkan panjang rambutnya itu ke Guinness World Records.

Lagi

KEPLER TEMUKAN PLANET MIRIP BUMI.

Tinggalkan komentar

Misi Kepler dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat alias NASA menemukan Kepler-452b yang kemungkinan berada pada zona bisa dihuni, area di seputar bintang yang memiliki air dalam bentuk cair di permukaan planet. Dengan temuan terbaru itu, jumlah planet yang terkonfirmasi jadi 1.030 planet. ” Pada ulang tahun ke-20 dari penemuan yang membuktikan keberadaan matahari yang menjadi pusat planet, Kepler, pencari planet di luar sistem tata surya, menemukan planet dan bintang mirip Bumi dan Matahari, ” ujar John Grunsfeld, pengelola Direktorat Misi Sains NASA di Washington.

Lagi

AIR DI BULAN BERASAL DARI ANGIN MATAHARI.

Tinggalkan komentar

Setelah perdebatan bertahun-tahun, air di Bulan dipastikan ada. Air itu terjebak pada bebatuan Bulan meskipun permukaan Bulan lebih kering dari gurun pasir di Bumi. Adanya air di Bulan diharapkan dapat menopang kehidupan di Bulan atau mendukung misi manusia ke Mars suatu saat nanti. Lalu, dari mana air di Bulan berasal ?

Penelitian ahli kosmokimia dari Museum Sejarah Alam Nasional di Paris, Perancis, Alice Stephant, dan rekan yang dipublikasikan daring di Proceedings of the National Academy of  Science pada Senin ( 6/10 ) menunjukkan bahwa air itu berasal dari angin Matahari. Angin Matahari adalah aliran partikel energetik yang bersumber dari ledakan di Matahari. ” Tak ada tanda-tanda air tersebut berasal dari batuan meteroit atau komet seperti dugaan selama ini, ” kata Alice kepada space.com, Rabu ( 8/10 ).

Lagi

PROTOTIPE SEL SURYA.

Tinggalkan komentar

Hiroshi Segawa profesor di University of Tokyo’s Research Centre for Advanced Science and Technology ( RCAST ) dalam gambar yang dipublikasikan pada Selasa ( 19/8 ). Ia menunjukkan prototipe model sel surya organik di laboratoriomnya di Tokyo.

Lagi

SEMESTA MENGEMBANG 68 KILOMETER PER DETIK.

Tinggalkan komentar

Dengan  mempelajari lebih dari 140.000 galaksi jauh yang amat terang, dua tim ilmuwan di Amerika Serikat  dan Swiss-Perancis menghitung kecepatan  pengembangan alam semesta dengan presisi tinggi. Riset didasarkan pada data Survei Spektroskopi Osilasi Barion ( BOSS ) untuk memahami energi gelap pendorong pengembangan semesta.

Lagi

Older Entries