Beranda

DON CRAWLEY MENEMUKAN TUMPUKAN 92 KOIN DI LAHAN PERTANIAN SUFFOLK.

Tinggalkan komentar

Sebuah balai lelang di Inggris bersiap untuk menjual 98 koin yang dicetak sekitar 1.000 tahun yang lalu. Koin-koin itu ditemukan baru-baru ini oleh seorang pria dengan detektor logam. Keseluruhan koin diperkirakan senilai 37.000-62.000 dollar AS.

Don Crawley adalah pria Inggris yang menemukan koin-koin tersebut. Ia mengaku menggunakan detektor logam di sebuah lahan pertanian di Suffolk, Inggris, saat menemukan tumpukan 92 koin di bawah permukaan tanah.

Lagi

SATU HALAMAN MANUSKRIP ALBERT EINSTEIN YANG HILANG DITEMUKAN KEMBALI.

Tinggalkan komentar

Terjawab sudah ” teka-teki ” yang ditinggalkan fisikawan genius Albert Einstein ( 1879-1955 ) hampir 90 tahun silam. ” Teka-teki ” yang dimaksud bukanlah pertanyaan seputar teori-teori fisika yang dibuat Einstein, melainkan satu halaman manuskrip yang hilang dari koleksi tulisan di Universitas Hebrew, Jerusalem. Universitas itu mengumumkan, Rabu ( 6/3/2019 ), bahwa mereka telah menemukan satu halaman yang hilang itu.

Lagi

PEMILIK RESTORAN SOLAR dos PRESUNTOS MENEMUKAN NEKROPOLIS ERA ROMAWI.

Tinggalkan komentar

Para arkeolog Portugal menemukan kuburan era Romawi atau nekropolis, yang menyimpan berbagai rangka berusia 2.000 tahun dan artefak-artefak kuno, di area yang digali di dekat salah satu restoran paling terkenal di Lisbon, Solar dos Presuntos. Penemuan nekropolis itu bermula dari keputusan para pemilik Solar dos Presuntos untuk memperluas restoran. Restoran ini didirikan tahun 1974 di area pusat bersejarah.

Agar izin perluasan restoran disetujui, otoritas kota Lisabon butuh tim beranggotakan para arkeolog agar lebih dulu menyurvei tanah di dekat restoran tersebut. ” Temuan kami ini kejutan besar, ” ujar Nuno Neto, arkeolog para Neoepica, perusahaan yang menggali di area itu pada kedalaman sekitar 6 meter. ” Level preservasi luar biasa bagus dan artefak-artefaknya menakjubkan, ” tambah Neto.

Lagi

LUKISAN PEMANDANGAN KARYA ARKHIP KUINDZI RAIB DARI TEMPATNYA.

Tinggalkan komentar

Kejadian ” unik ” terjadi di Galeri Tretyakov, Moskwa. Seorang pencuri, yang berlagak sebagai pengunjung, dengan santai dan berani mengambil sebuah lukisan berharga 185.000 dollar AS. Pencurian itu dilakukan saat galeri tengah dipenuhi pengunjung. Dalam video yang diambil dari rekaman CCTV, dan diunggah dalam laman UPI.com, Senin ( 28/1/2019 ), tampak seorang laki-laki dengan santai-mungkin juga nekat-berada di depan banyak pengunjung lainnya, mengambil sebuah lukisan dari dinding etalase.

Lukisan itu lalu dibawanya dengan berjalan mengitari dinding pamer lainnya dan melintas dengan leluasa di tengah kerumunan pengunjung tanpa ada satu pun yang bertanya atau bertindak menahannya. Lukisan yang diambil adalah lukisan pemandangan karya Arkhip Kuindzhi. Lukisan itu dibuat pada tahun 1908.

Lagi

SAGA VANECEK MENEMUKAN PEDANG KUNO DI DANAU VIDOSTERN SWEDIA.

Tinggalkan komentar

Saga Vanecek (8 ) tak pernah menduga apa yang ditemukannya saat berenang di Danau Vidostern, Swedia, adalah sebuah pedang yang sangat berharga. Pedang yang saat ini dipajang di Museum Jonkopings Lans, Swedia, itu berasal dari era pra-Viking dan diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun. Kepada The Local, Vanecek mengatakan, awalnya ia menduga pedang itu adalah sebuah tongkat.

Lagi

PETUGAS MENEMUKAN JALAN BATU BATA KUNO DI OVIEDO.

Tinggalkan komentar

Jalanan kuno yang terbuat dari batu bata dan struktur drainase terakota ditemukan di area Oviedo, Florida, Amerika Serikat. Area bersejarah itu ditemukan secara tidak sengaja ketika petugas memperbaiki lubang jalan pada Minggu ( 10/6/2018 ) di State Road 434 di Seminole County. Media UPI melaporkan bahwa petugas menggali di lokasi berlubang itu serta menemukan jalan dan struktur yang sebelumnya tidak diketahui.

Lagi

ROTI TERTUA DITEMUKAN DI JORDANIA.

Tinggalkan komentar

Roti tertua, berumur 14.400 tahun lalu, ditemukan. Roti pipih itu buatan kelompok pemburu peramu, pada masa sebelum teknologi bercocok tanam berbahan biji-bijian tanaman liar. Temuan ini dilaporkan tim peneliti dari Universitas Copenhagen, Universitas College London, dan Universitas Cambridge di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences ( PNAS ) pada 16 Juli 2018.

Lagi

Older Entries