Beranda

MISI BEPI COLOMBO SIAP MENUJU MERKURIUS.

Tinggalkan komentar

Merkurius planet terdekat dengan Matahari, ialah planet di tata surya yang paling kurang dieksplorasi karena kesulitannya tinggi. Jadi, Badan Antariksa Jepang (JAXA) meluncurkan misi Bepi Colombo menuju Merkurius.
Misi ini terdiri dua satelit, Mengorbit Planet Merkurius (MPO) milik Eropa, dan Mengorbit Magnetis Merkuri (MMO) milik Jepang. Lagi

90 PERSEN URINE ANTARIKSAWAN DIOLAH JADI AIR MINUM.

Tinggalkan komentar

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi antariksawan di luar angkasa, pengiriman air dari Bumi amat mahal dan tak efisien. Jadi, sejak 2009, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) memakai urine processor assembly ( UPA ) yang bisa mengolah urine antariksawan di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS ) jadi air layak minum. Sistem UPA bis mengambil 75 persen air di urine.

Lagi

TAMBAHAN DUA SATELIT NAVIGASI GALILEO DILUNCURKAN.

Tinggalkan komentar

Komisi Eropa, badan eksekutif dari Uni Eropa, mengirim dua tambahan satelit navigasi Galileo ke luar angkasa. Satelit itu diluncurkan pada Jumat ( 11/9 ) pukul 09.08 WIB dari Pusat Antariksa Kourou di Guyana, Perancis, memakai roket Soyus. Setelah empat jam, kedua satelit lepas dari bagian atas roket.

Lagi

BAJU KETAT ANTARIKSAWAN BANTU TULANG BELAKANG.

2 Komentar

Dalam kondisi tanpa gravitasi, tulang belakang manusia bisa memanjang hingga 7 cm. Hal ini akan menekan tulang-tulang lain hingga menimbulkan rasa nyeri karena otot dan saraf tertarik.  Jika terjadi dalam waktu lama, bisa menimbulkan berbagai gangguan punggung dan persoalan lain saat mereka kembali ke bumi.

Saat pertama melangkah di Mars, kemungkinan besar pinggul antariksawan bisa patah, ” kata David Green, dosen senior dalam bidang fisiologi manusia dan antariksa di King’s College London, Inggris, seperti dikutip BBC, Senin ( 17/3 ). Sejumlah ilmuwan tengah mengembangkan baju khusus antariksawan.

Lagi

DI LUAR ANGKASA KEMANJURAN OBAT TURUN.

Tinggalkan komentar

Effektivitas obat-obatan Bumi yang dibawa ke luar angkasa menurun secara drastis. Akibatnya, masa kedaluwarsa obat-obatan tersebut jauh lebih singkat dibandingkan dengan masa kedaluwarsa ketika obat-obatan itu berada di bumi. Hasil penelitian para ahli di Pusat Penelitian Antariksa NASA Johnson di Houston, USA yang dipublikasikan dalam jurnal AAPS, menyebutkan, penurunan tingkat kemanjuran obat itu diduga disebabkan oleh paparan radiasi pada pesawat yang tinggi dan terus menerus, getaran masif pada pesawat.

Lalu kecilnya gravitasi , lingkungan sekitar yang kaya akan karbon dioksida hingga perubahan kelembapan dan temperatur yang sangat drastis. Penelitian dilakukan dengan membandingkan efektivitas 35 jenis obat-obatan dalam empat kotak yang dibawa ke Stasiun Antariksa Internasional ( ISS ) mulai 13 hari hinga 28 bulan dengan empat kotak obat-obatan yang disimpan dalam kondisi terkendali di Pusat Penelitian Antariksa Johnson.

Lagi