Istilah gemuk-sehat mengemuka 15 tahun terakhir setelah studi pada 1980-1990 menemukan orang gemuk punya metabolisme dan kardiovaskuler ( jantung dan pembuluh darah ) sehat. Ada 30 persen orang gemuk-sehat sehingga dinilai kurang perlu pencegahan penyakit kardiovaskuler. Untuk itu, tim Institut Karolinska, Swedia, dipimpin Mikael Ryden, meniliti jaringan lemak putih orang obesitas dengan metabolisme sehat dan tak sehat.

Kelebihan berat badan dapat menghambat gerakan dan aktivitas si kecil, mengganggu perkembangan kognitif dan perkembangan motoriknya. Hal ini juga dapat memicu obesitas dan beberapa masalah lain seperti meningkatnya risiko asma, gangguan tidur, infeksi kulit, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

Kelebihan berat badan dapat menghambat gerakan dan aktivitas si kecil, mengganggu perkembangan kognitif dan perkembangan motoriknya. Hal ini juga dapat memicu obesitas dan beberapa masalah lain seperti meningkatnya risiko asma, gangguan tidur, infeksi kulit, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

Metabolisme sehat ditandai sensivitas tinggi pada insulin, sehingga lebih banyak glukosa diubah jadi energi. Dari uji mRNA di jaringan lemak putih pada perut responden, semua punya pola ekspresi gen identik merespons insulin.” Perlu intervensi kepada semua orang gemuk, karena kegemukan mengubah ekspresi gen, ” kata Mikael.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.

Iklan