Sarang rayap dibangun pasangan rayap heteroseksual dengan sistem monogami. Saat jumlah betina terbatas, rayap jantan akan menjadi homoseksual. Namun, perubahan itu hanya sementara hingga ada lagi rayap betina.

"Rayap Jepang biasanya monogami dan punya pasangan heteroseksual. Secara teori, salah identifikasi kelamin dalam sistem monogami akan menelan ongkos besar. Pasti pada manfaat jika perilaku ini umum," kata Mizumoto.

Rayap Jepang biasanya monogami dan punya pasangan heteroseksual. Secara teori, salah identifikasi kelamin dalam sistem monogami akan menelan ongkos besar. Pasti pada manfaat jika perilaku ini umum. Foto : Nobuaki Mizumoto.

Temuan para ahli Universitas Kyoto, Jepang, itu melengkapi pandangan sebelumnya, bahwa pasangan homoseksual hewan invertebrata, seperti serangga, terjadi karena kesalahan mengenai jantan sebagai betina. ” Harusnya ada manfaat jangka pendek jika pola pasangan rayap jantan-jantan jadi perilaku umum, ” kata ahli ekologi serangga pemimpin penelitian Nobuaki Mizimoto kepada Livescience, Selasa ( 23/8 ). Saat rayap heteroseksual selesai membuat sarang dan membangun terowongan di sekitarnya, pasangan rayap homoseksual akan menginvansi sarang dan menyerng rayap jantan sampai mati.

Setelah itu, salah satu rayap homoseksual akan kawin dengan rayap betina. Rayap homoseksual itu strategi untuk bertahan hidup.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.

Iklan