Dalam rangka protes untuk menentang pemotongan besar-besaran anggaran pemerintah, Sabtu (26/3), ratusan ribu buruh dari serikat pekerja di Inggris mengadakan pawai di London. Aksi pawai berlangsung di lapangan Hyde Park London. Kongres Serikat Kerja, TUC, memperkirakan lebih dari 100.000 orang mengikuti pawai.

Sekjen TUC Brendan Barber mengatakan aksi ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat antara lain kelompok masyarakat, kelompok pensiunan dan pekerja sektor publik. Untuk menunjang kelancaran aksi demo, sekitar 600 bis digunakan untuk mengangkut warga dari berbagai daerah ke London pusat. Mereka berkumpul di sejumlah titik dan berpawai ke lapangan Hyde Park.

Salah satu serikat kerja terbesar, Unite, mengatakan jumlah anggota yang berminat mengikuti demonstrasi terlalu banyak sehingga kesulitan mencari bis atau kereta untuk mengangkut mereka ke London. Serikat lain, Unison, mengatakan demo hari ini jauh lebih besar dari perkiraaan.

Panitia penyelenggara mengatakan demonstrasi kali ini merupakan yang terbesar sejak unjuk rasa menentang invasi koalisi ke Irak pada 2003.

Di lapangan Hyde Park, London, para demonstran mendengarkan berbagai orasi dari sejumlah tokoh antara lain pemimpin Partai Buruh Ed Miliband.

“Ini akan menjadi unjuk rasa luar biasa yang dilakukan oleh warga biasa. Keluarga biasa dengan mengatakan pemerintahan koalisi harus menghentikan pemutusan hubungan kerja dan layanan publik,” kata Sekjen Unison Dave Prentis.

Sejumlah serikat kerja mengatakan demonstrasi ini mungkin yang terbesar yang pernah diadakan di Inggris sejak protes antiperang Irak. Panitia penyelenggara berharap aksi ini bisa berjalan damai, tetapi sebanyak 4.500 personil polisi telah dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi.

Pemerintah menegaskan pemotongan perlu dilakukan untuk mengatasi defisit angggaran yang sangat besar. Namun Partai Buruh yang beroposisi berpendapat pemotongan akan mencekik pemulihan ekonomi.

Sumber : BBC/Reuters. Galery Photo BBC.

Iklan