Beranda

DIA HOBI OLAHRAGA BERSEPEDA.

4 Komentar

Mas Hari saudara sepupu saya selalu menyempatkan diri ngontel sepeda untuk kegiatan hariannya. Mulai dari pergi ke pasar untuk membeli pakan burung dan belanja bahan makanan hingga pergi bekerja, dia selalu asyik nongkrong di atas sadel sepedanya. Bahkan di saat sore hari ketika warung angkringan di dekat rumah saya di Solo sudah pada buka, dia selalu memarkir sepedanya di dekat angkringan tersebut, cuma untuk mengobrol  dengan pemilik warung angkringan.

Begitu sayangnya pada sepeda ontel antiknya, setiap ada kegiatan sepeda gembira di kota Solo, dia selalu ikut berpartisipasi. Mengayuh sepeda bersama group sepeda gembira di komunitasnya, menjelajah rute Solo hingga Jogja, Semarang, Salatiga, Ngawi, Pacitan bahkan Madiun sudah dilakoninya dengan sepeda balapnya. Itu semua dia lakukan untuk satu tujuan, mumpung kaki masih kuat ngontel, tubuh harus dibuat kuat sehat dengan olahraga bersepeda.

Lagi

WARUNG ANGKRINGAN MAS SOETRIMO.

Tinggalkan komentar

Kamis sore minggu lalu saat berkendara menuju kantor di bilangan kawasan Senayan, sehat dengan inti intinya reiki menyempatkan diri mampir ke Warung Angkringan di Jalan Kebayoran Lama, tepatnya sebelah selatan perempatan Jalan Panjang dengan Jalan Kebayoran Lama. Untuk apa di sore menjelang magrib blusukan ke tempat ini? Ya….untuk menikmati sensasi warung angkringan yang terbilang langka ada di Ibukota Jakarta ini.

Boleh jadi warung angkringan yang terlihat langka di Jakarta ini ada benarnya. Lalu dagangan apa yang dijual di warung angkringan ini? ” Sego kucing beserta lauk pauk ikan teri, bandeng dengan secuil sambal terasi ada di dalam bungkusan kecil itu,” kata Mas Sutrimo pemilik warung angkringan sambil mempersilahkan sehat dengan inti intinya reiki duduk di bangku panjang di bawah temaramnya lampu 25 watt yang mulai menerangi dagangan di bawah atap terpal sebagai pelindung dari air hujan yang masih saja turun  sore itu.

Lagi

FASILITAS HOT SPOT GRATIS CAFE ANGKRINGAN.

2 Komentar


Cafe dalam pengertian sehat dengan reiki adalah kedai kopi, di mana pengunjung dapat bersantai sambil minum kopi, teh atau wedang jahe sambil membaca koran atau majalah baik di pagi hari sebelum berangkat kerja atau sore hari selepas bekerja. Demikian pula di kampung saya di Laweyan Solo, sejak dulu sudah ada cafe tradisional yang menempati emperan rumah orang dan berjualan sejak jam 5 sore hingga jam 3 pagi. Cafe tradisional inilah yang sampai sekarang tetap bertahan melawan cafe modern yang sekarang banyak tumbuh berjejalan di kota Solo.

Cafe tradisonal yang menjadi ciri khas budaya wong Solo yang seneng lek-lekan di malam hari, memang sudah ada sejak dulu. Jika dalam perkembangannya, pengunjung yang dulu datang adalah kaum marginal yang mengais rejeki di Solo seperti tukang becak, tukang gali saluran, tukang batu, buruh batik bahkan juragan batik dengan sebutan Ndoro kakung , saat ini beragam profesi mulai dari tukang becak hingga kalangan terpelajar di Solo tetap setia datang bertamu dan ngobrol ngalor ngidul sampai larut malam. Mereka begitu asyik menikmati suasana malam kota Solo sambil leyeh-leyeh slonjor di atas tikar di emperan toko atau nangkring di atas lincak.

Lagi