Beranda

PEREMPUAN ASAL SAN DIEGO TINGGAL DI VAN BERSAMA TIKUS PELIHARAAN.

Tinggalkan komentar

Seorang perempuan yang tinggal di sebuah van di San Diego dengan tikus-tukus kesayangan dilaporkan setuju menyerahkan hewan-hewan itu kepada aparat berwenang. Jumlah total tikus yang hidup dengan perempuan itu tidak tanggung-tanggung, lebih dari 300 ekor. Media San Diego, Union-Tribune, melaporkan bahwa petugas berwenang dari San Diego Humane Society mengetahui perihal perempuan itu setelah mengidentifikasi van sang perempuan.

Aparat pun mendatangi perempuan itu dan van yang menjadi rumahnya, yang terletak dekat kawasan kota pantai Del Mar, pada 8 Oktober lalu. Pihak berwenang menemukan fakta bahwa tikus-tikus itu antara lain telah mencakar-cakar bagian jok van, menggali ke dalam kursi, bahkan menggerogoti kabel mesin. Seorang petugas, Kapten Danee Cook, mengatakan, perempuan itu tidak menghimpun hewan-hewan pengerat itu.

Lagi

PEMILIK TOKO PERHIASAN DIRAMPOK.

Tinggalkan komentar

Sebuah perampokan yang sangat terencana tampaknya telah membuat kerugian sebesar setengah juta dollar AS bagi pemilik toko perhiasan. Pemilik toko perhiasan yang tak disebut jatidirinya oleh polisi yang menangani kasus ini, selepas pameran perhiasan di Illionis, tak menyadari van miliknya dibuntuti van lain pada Senin ( 8/12 ) lalu. Saat berhenti di tempat istirahat, di Eyota, sebelah selatan Minnesota, van yang penuh berisi empat kotak besar perhiasan itu didekati van pencuri dari sisi belakang.

Lagi

YANGUO CHEN DAN JIE WU NAIK MOBIL KE BIRMINGHAM.

Tinggalkan komentar

Pasangan suami-istri dari Shanghai, Tiongkok, tiba dengan selamat di kota Birmingham, Inggris setelah menempuh perjalanan darat sangat panjang dengan mobil van mereka. Yanguo Chen (48 ) dan Jie Wu ( 48) berangkat dari Shanghai, 1 Juli lalu dan tiba di Birmingham pada 26 Agustus setelah berkendara sejauh 19.950 kilometer.  Menurut kantor berita Xinhua yang dikutip UPI, mereka menyusuri jalan raya di Mongolia, Rusia, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Jerman, Belanda, dan Perancis sebelum menyeberang ke Inggris.

” Kami keluar dari pekerjaan kami untuk melakukan ini. Teman dan keluarga bilang kami gila. Saya melakukan perjalanan yang mereka bilang gila,tapi kami menjalaninya dengan senang tak ada beban, ” tutur Jie Wu. Alasan perjalanan mereka lebih gila lagi bagi sebagian besar orang.

Lagi