Ritual mudik dalam minggu ini mendominasi pemberitaan di media massa. Baik media tulis, elektronik dan internet beramai-ramai memberitakan ritual tahunan yang satu ini menyusul dengan telah akan selesainya bulan Ramadhan. Istilah mudik barangkali bisa disamakan dengan kembali ke asal alias udik tempat di mana kita dilahirkan dan dibesarkan dengan segala pengalaman suka duka oleh orangtua yang telah merawat dan membesarkan diri kita. Kembali ke udik alias kampung ( kalau belum tergusur atau tenggelam ) akibat korban pembangunan, boleh jadi membawa makna bagi pelakunya, yaitu pulang ke kampung halaman.

Mudik hal lumrah dilakukan oleh semua manusia di belahan dunia manapun kendati pun tidak selalu dikaitkan dengan ritual puasa bagi umat Islam. Termasuk di sini pelaku mudik oleh orang Indonesia yang cinta kepada kampung halaman untuk sekedar ditengok sekalipun untuk melakukannya perlu persiapan matang mulai dari ongkos perjalanan, kendala di perjalanan hingga oleh-oleh apa yang pantas dipersembahkan kepada kerabat tercinta di kampung halaman yang bersiap menunggu pelaku mudik. Mudik yang dihubungkan dengan momentum lebaran menjadi sebab utama kenapa ritual tahunan yang terjadi setahun sekali tidak dirayakan bersama kerabat di kampung halaman.

Lagi