Beranda

KACANG KENARI PERBAIKI KESEHATAN JANTUNG.

Tinggalkan komentar

Tak sekedar menjadi camilan lezat, kenari memperbaiki kesehatan jantung lewat peningkatan bakteri baik di usus. Demikian hasil riset oleh tim peneliti Penn State University, Pennsyllvania, Amerika Serikat, yang dimuat di Journal of Nutrition baru-baru ini. Kenari ( Juglans regia ) ialah kacang pohon asal Mediterania dan Asia Tengah.

Lagi

PANTAU TEKANAN DARAH IBU BARU MELAHIRKAN.

Tinggalkan komentar

Perempuan dengan pre-eklamsia parah dianjurkan memantau ketat tekanan darah selama setahun setelah melahirkan. Hipertensi kerap tak terdeteksi karena tekanan darah terbaca normal oleh ahli bedah. Hasil studi di Belanda pada 200 perempuan menemukan 17.5 persen dari responden terkena hipertensi tak terdeteksi.

Lagi

ASUPAN GARAM TINGGI MEMICU GAGAL JANTUNG.

Tinggalkan komentar

Asupan garam berjumlah banyak meningkatkan risiko gagal jantung dua kali lipat. Demikian hasil studi selama 12 tahun pada lebih dari 4.000 orang. ” Asupan garam tinggi (sodium chloride ) jadi penyebab utama tekanan darah tinggi dan faktor risiko independen penyakit jantung koroner dan stroke, ” kata Pekka Jousilahti, profesor riset pada Institut Nasional Kesehatan dan Kesejahteraan, Helsinki, Finlandia, Minggu (27/8).

Studi itu memakai ekstasi sodium 24 jam, standar emas memperkirakan asupan garam level individu. Ini ialah studi lanjutan terhadap 630 responden usia 25-64 tahun pada 1979-2002 di Finlandia.

Lagi

CAMPURAN ALKOHOL-MINUMAN ENERGI MAKIN BERISIKO.

Tinggalkan komentar

Campuran alkohol dan minuman energi meningkatkan risiko dibanding mengonsumsi alkohol saja. Tingginya kafein pada minuman energi membuat orang yang mengonsumsi campuran itu mabuk, tetapi tetap terjaga. ” Konsumsi minuman campuran alkohol dan minuman energi membuat mereka mengabaikan kondisi mabuk sehingga mengonsumsi alkohol lebih banyak dan bahayanya meningkat, ” kata Audra Roemer, mahasiswa doktoral psikologi klinis di Universitas Victoria Kanada, Selasa ( 21/3 ).

Lagi

MINUMAN BERENERGI TINGKATKAN TEKANAN DARAH.

Tinggalkan komentar

Minuman berenergi memang bisa memberikan rasa bugar dan semangat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan, orang yang mengonsumsi minuman ini berkorelasi dengan peningkatan tekanan darah yang berujung pada masalah jantung. Dalam studi yang dipaparkan Minggu ( 22/3 ) pada pertemuan American College of Cardiology  di San Diego, Amerika Serikat, peneliti memberi satu kaleng minuman berenergi kepada relawan.

Pada hari berbeda, 25 relawan berusia 19-40 tahun diminta meminum minuman berenergi tiruan ( plasebo ). Sebelum dan sesudahnya, peneliti yang dipimpin Anna Svatikova, peneliti penyakit kardiovaskuler di Mayo Clinic Rochester, Minnesota, mengukur tekanan darah dan detak jantung sukarelawan.

Lagi

REKOMENDASI BARU WAKTU TIDUR.

Tinggalkan komentar

Tidur terlalu singkat berisiko mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, dan penurunan produktivitas. Sebaliknya, terlalu lama tidur berisiko kena serangan jantung dan kematian dini. Karena itu, Yayasan Tidur Nasional ( NSF ) yang berpusat di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, mengeluarkan rekomendasi baru tentang jumlah waktu tidur yang seharusnya dimiliki tiap orang per hari.

Bayi berusia 0-3 bulan sebaiknya tidur 14-17 jam sehari, bayi berumur 4-11 bulan seharusnya tidur 12-15 jam, dan anak usia 1-2 tahun harus tidur 11-14 jam. Selain itu, anak umur 3-5 tahun dianjurkan tidur 10-13 jam, anak usia 6-13 tahun disarankan tidur 9-11 jam, dan remaja usia 14-17 tahun dianjurkan tidur 8-10 jam. Adapun dewasa muda berumur 18-25 tahun dianjurkan tidur 7-9 jam, dan lansia berusia lebih dari 65 tahun diminta tidur 7-8 jam sehari.

Lagi

HYUN JOON SHIN MENELITI MI INSTAN.

Tinggalkan komentar

Mi instan kian jadi pilihan makan masyarakat karena murah, enak, mudah penyajian, dan praktis. Namun, mengonsumsi mi instan berlebih ternyata mengubah sistem metabolik tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Demikian hasil riset terhadap 11.000 responden di Korea Selatan berusia 19 – 64 tahun yang dipublikasikan di Journal of Nutrition.

Lagi

Older Entries