Beranda

OBAT POTENSIAL UNTUK DEGENERASI MAKULAR.

1 Komentar

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina memublikasikan hasil penemuan obat baru untuk degenerasi makular dalam Journal of Clinical Investigation, 9 September 2013. Pada penelitian terhadap mencit, jenis obat penghambat MDM2 yang mereka temukan menunjukkan hasil sangat efektif mengatasi ketidaknormalan pembuluh darah yang menyebabkan kebutaan itu.

” Kami berharap penghambat MDM2 mampu mengurangi beban pengobatan pasien  degenerasi makular, ” kata peneliti senior Sai Chavala yang juga Direktur Laboratoriom Rehabilitasi Retina serta asisten profesor Oftalmologi, Biologi, dan Fisiologi Sel Universitas North Carolina, kepada Science Daily, Jumat ( 13.9 ). Saat ini, pengobatan degenerasi makular dilakukan dengan menyuntikkan antibodi, anti-VEGF, ke mata.

Lagi

OBAT BARU UNTUK PENDERITA KANKER PROSTAT.

Tinggalkan komentar

Kanker prostat merupakan jenis kanker kedua paling banyak diderita pria. Data Internasional Agency for Research on Cancer ( IARC ) Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada 2008 menunjukkan, penderita kanker prostat di dunia mencapai 899.000 orang dengan kematian 258.000 orang. Para ahli mengembangkan obat baru bagi penderita yang tidak bisa dibedah ataupun dikemoterapi.

Lagi

DETEKSI GULA DARAH DARI AIR MATA DAN LIUR.

Tinggalkan komentar

Pengidap diabetes melitus tidak usah kecewa karena kadar gula darah Anda masih tetap bisa dikendalikan dengan mengacu pada hidup sehat, khususnya dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman. Karena itu khabar gembira untuk Anda semua akan hadir nantinya sistem pengukuran kadar gula darah. Tentu saja khabar gembira ini datang khusus pengidap diabetes di mana setiap kali hendak mengukur kadar gula darah, mereka tidak perlu menusuk jari dengan jarum kecil guna diambil darahnya.

Sebagai gantinya para ahli tengah mengembangkan biosensor untuk mendeteksi kadar gula darah lewat air mata, liur dan urine. Proses uji hanya dalam hitungan menit, sama seperti alat deteksi kadar gula darah dengan jarum. Adalah Jonathan Claussen, peneliti di Laboratoriom Riset Angkatan Laut Amerika Serikat, yang memimpin riset biosensor.

Lagi