Dalam hidup ini tentu saja ada batu sandungan. Ibarat mobil yang melewati jalanan tidak selamanya perjalanan itu mulus. Terkadang ada batu sandungan, lobang aspal menganga bahkan jalanan naik atau turun tajam dan berkelok-kelok. Demikian halnya dalam hubungan relasi sosial antar manusia tentu saja ada hambatan yang mengarah kepada perpecahan tapi bukan mustahil hal yang sudah pecah dapat dipersatukan kembali menjadi utuh layaknya benang putus, setelah ketemu dua ujungnya, maka benang yang telah putus dapat ditautkan kembali menjadi utuh.

Akan halnya hubungan antar manusia tadi dapat pula terjadi perpecahan yang tadinya bersahabat kemudian saling bermusuhan. Dalam keluarga pun karena sesuatu sebab maka hubungan antar kakak dan adik sering terjadi pertengkaran mengarah ke permusuhan. Bukan itu saja keadaannya bahkan yang lebih ekstrem hubungan antara orang tua dan anak pun bisa jadi putus alias bubar. Yang memprihatinkan hubungan pasangan suami isteri yang semula saling mencinta tiba-tiba ada tersemat rasa benci dalam diri yang menggiring ke arah perceraian yang sangat dibenci oleh Allah. Sekali pun itu halal dilakukan apabila dalam kondisi terpaksa dan sudah tidak ada jalan perbaikan maka tindakan itu diperbolehkan.

Lagi