Stres panas dari panas dan kelembaban ekstrem setiap tahun akan memengaruhi daerah-daerah yang dihuni 1,2 miliar orang pada tahun 2100 dengan asumsi emisi gas rumah kaca saat ini. Itu lebih dari empat kali jumlah orang terdampak saat ini. Demikian hasil studi Rutgers yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Stres panas disebabkan ketidakmampuan tubuh mendinginkan dengan benar lewat keringat. Suhu tubuh bisa naik cepat hingga merusak otak dan organ vital lain. Stres panas ditandai ruam, kram, dan kelelahan.

Lagi