Bulan puasa kali ini udara kota Solo masih cukup cerah. Matahari begitu terik menyinari kota budaya yang masih sarat dengan peninggalan budaya yang perlu dilestarikan. Namun sesekali udara cerah itu juga sering diselimuti mendung kendatipun tidak sampai menurunkan air hujan. Jika hujan telah datang boleh jadi udara bersih akan sedikit membuat tumbuh-tumbuhan menjadi segar.

Hujan yang diharapkan turun boleh jadi tertunda hingga lebaran minggu mendatang, akan tetapi hujan kesedihan boleh jadi sedang menimpa sebuah bangunan bersejarah yang kini sedang dirobohkan. Bangunan bersejarah Pabrik Es Saripetojo Solo menurut Kompas edisi 21/8/11 mewartakan, saat ini bangunan pabrik sedang dirobohkan oleh alat-alat berat yang boleh jadi akan menyisakan puing-puing bangunan. Sangat disayangkan jika bangunan bersejarah akhirnya hilang dan tinggal kenangan bagi warga kota Solo yang sudah tidak memiliki bangunan pabrik Es Saripetojo lagi.

Lagi