Beranda

DUKA DI AKHIR 13 DAN AWAL TAHUN 14.

2 Komentar

Saya terkejut mendengar suara di seberang telepon dari sahabat yang saat ini masih aktif berkantor di Senayan, mengabarkan bahwa bulan Nopember 13 lalu, dua sahabat teman sekerja wafat. Pak A, pria asal Banjarnegara Jawa Tengah meninggal karena komplikasi diabetes yang sudah parah. Sedangkan Mas B asal Aceh, seminggu kemudian menyusul kepergian Pak A, saat sedang menyelesaikan tugas kantor di pagi hari, pingsan dibawa ke rumah sakit dan akhirnya tak tertolong.

Jarak kepergian Pak A dan Mas B memang dekat, kurang dari 10 hari. Penyakit yang diidap Pak A memang sudah saya ketahui saat saya jelang purna tugas kantor. Beliau teman sekerja, suka duka dalam liputan dan banyak membanyol saat sedang menghadapi dead line pekerjaan yang harus  segera  disiarkan.

Lagi

LEBIH SENANG NONTON BOLA DI TELEVISI.

Tinggalkan komentar

Sukar sekali mengajak orang Singapura menonton kesebelasan sepak bola mereka bertandikng. Sampai-sampai pemain Liga Singapura dari Balestier Khalsa harus berkeliling dari rumah ke rumah menarik penggemarnya untuk menonton pertandinganl. ” Semakin banyak pemain berkunjung ke rumah-rumah, semakin besar kemungkinan penduduk mengenal pemain yang akan berlaga.

Lagi

RANESI YANG SAYA KENAL.

Tinggalkan komentar

Hari yang dinantikan pun tiba. Setelah mengudara selama 65 tahun Siaran Radio Nederland Bahasa Indonesia resmi ditutup per 1 Juli 2012. Tentu saja berita tidak mengenakkan ini menghentakan kuping semua pendengar radio asing khususnya Radio Nederland setelah mendengar khabar buruk tersebut. Pendengar siaran radio asing berbahasa Indonesia seperti BBC, VOA, Radio Australia, Suara Jerman Deutsche Welle, Radio Philiphina, Jepang dan Radio Nederland  ( Ranesi ) sebenarnya cukup banyak di Indonesia.

Akhirnya, sesudah 65 tahun setia menemani pendengar dan pembaca, Radio Nederland Siaran Indonesia dengan berat hati mohon diri. Kali ini untuk waktu tak terbatas. Menandai berakhirnya era Ranesi, kami siapkan berbagai artikel khusus tentang Ranesi, mitra, dan tentu saja pendengar.

Lagi