Beranda

AKTIVITAS SEKSUAL BUKAN PENYEBAB SERANGAN JANTUNG.

Tinggalkan komentar

Serangan jantung mendadak terkait akvitias seksual lebih banyak terjadi pada lelaki ketimbang perempuan. Namun, seks amat jarang memicu serangan jantung. Hanya 34 dari 4.557 kasus serangan jantung saat beraktivitas seksual, 32 orang di antaranya ialah pria.

Miturut Sumeet Chugh dari Cedars-Sinai Heart Institute, studinya yang pertama mengevaluasi aktivitas seksual sebagai pemicu serangan jantung. Itu dipaparkan pada pertemuan Asosiasi Jantung Amerika. Serangan jantung terjadi saat jantung tidak berfungsi dan berhenti berdetak.

Lagi

KURANG TIDUR MENINGKATKAN RISIKO SERANGAN JANTUNG.

Tinggalkan komentar

Individu dengan risiko sakit jantung dan diabetes dianjurkan punya waktu tidur cukup. Individu dengan sindrom metabolik yang tidur kurang dari 6 jam sehari berisiko dua kali lebih tinggi meninggal karena serangan jantung dan stroke. Studi kohor pada 1.344 orang dewasa di AS berusia rata-rata 49 tahun dengan indeks massa tubuh di atas 30, kolesterol tinggi, hipertensi, kadar gula darah dan trigliserida tinggi, menunjukkan, selama 17 tahun riset, 22 persen partisipan meninggal karena serangan jantung dan stroke.

Lagi

MAIN GAME DI INTERNET SAMPAI MATI.

Tinggalkan komentar

Cinta sampai mati, demikian kira-kira yang terjadi pada pria Taiwan yang meninggal karena getol main game daring selama tiga hari tanpa henti. Ia main game di sebuah warung internet dan meninggal tanpa diketahui orang lain beberapa jam sejak kematiannya. Pria yang diidentifikasi bernama Hsieh itu dikabarkan datang ke warung internet pada 6 Januari dan ditemukan telah meninggal dunia tanggal 8 Januari.

Lagi

KOLESTEROL BAIK BISA JADI JAHAT.

Tinggalkan komentar

Selama ini kolesterol baik ( high – density lipoprotein / HDL ) dianggap mampu menjaga pembuluh darah arteri agar bersih dari plak. HDL akan disimpan di dalam hati. Makin tinggi rasio kolesterol baik terhadap kolesterol jahat ( low – density lipoprotein / LDL ), maka makin baik kondisi jantung seseorang.

Kolesterol jahat tersimpan di dinding pembuluh arteri membentuk plak. Jika plak  runtuh, bisa menyumbat aliran darah hingga memicu serangan jantung. Namun, studi sejumlah peneliti di Klinik Cleveland, AS, yang dimuat di Jurnal  Nature Medicine menunjukkan, kolesterol baik bisa berubah menjadi jahat.

Lagi