Beranda

ROBOT SAWYER JADI BARISTA DI KEDAI KOPI HENNA TOKYO.

Tinggalkan komentar

Jepang punya kafe baru yang mempekerjakan barista robot. Namanya Sawyer. Meski sebuah robot, ia dituntut tidak hanya melayani membuat kopi untuk pelanggan, tetapi juga harus bisa menghibur.

” Apakah Anda mau kopi yang nikmat? ” sapa Sawyer dengan nada datar kepada pelanggan. ” Saya bisa membuat kopi yang lebih bagus dari buatan manusia di sini. ” Ia dengan cekatan menumbuk biji kopi, memasukkannya ke saringan, dan menuangkan air panas ke gelas kertas untuk lima pelanggan dalam sekali langkah.

Lagi

PAMERAN ROBOT ASUNA.

Tinggalkan komentar

Pengunjung mengambil gambar robot android Asuna buatan perusahaan Jepang, A – Lab, pada pameran robot tahunan Tokyo Designers Week di Tokyo, Jepang, Minggu ( 26/10 ). Asuna adalah model gadis 15 tahun yang dikendalikan dari jarak jauh oleh operator, yang juga mengawasi pengunjung menggunakan kamera video. Para ilmuwan, terutama di Jepang, terus mencoba  menciptakan android-android baru yang semakin menyerupai manusia sungguhan.

Tokyo Genius Expo telah digelar sejak tahun 2005 yang mengumpulkan para visioner dari seluruh dunia setiap tahunnya untuk memamerkan karya brilian mereka di bidangnya masing-masing. Hadirnya pameran robot  menarik lebih dari 100.000 pengunjung yang datang selama pameran berlangsung. Mereka tertarik dengan apa yang telah  dicapai oleh umat manusia dalam pengembangan teknologi robot masa kini.

Lagi

TEATER DAN ANDROID.

Tinggalkan komentar

Aktris Perancis, Irene Jacob, tampil bersama Android Repliee S1 buatan Guru Besar Universitas Osaka Jepang Hiroshi Ishiguro, pada geladi resik di Yokohama, Selasa ( 7/10 ). The Metamorphosis karya Kafka adalah tema yang terkenal tentang keterasingan, absurditas, dan kini Android, yakni robot yang menjadi pusat perhatian di panggung pada adaptasi teatrikal terbaru yang dibuka pada 9 Oktober lalu.

Lagi

ROBOT PEMANDU SORAK.

2 Komentar

Perusahaan Jepang Murata Manufacturing meluncurkan 10 robot mini pemandu sorak. Murata Cheerleaders, kepada pers di Tokyo, Jepang, Kamis ( 25/9 ). Robot itu dilengkapi dengan sejumlah sensor yang memampukan membuat formasi melalui teknologi pengindraan nirkabel.

Robot pemandu sorak tengah beraksi di panggung.

Robot pemandu sorak tengah beraksi di panggung.

DITEMUKAN MAKHLUK DI BAWAH PERMUKAAN ES ANTARTIKA.

Tinggalkan komentar

Para peneliti telah mempelajari dan mengeksplorasi benua paling selatan selama beberapa dekade. Mereka mengumpulkan data yang melimpah tentang Antartika yang beku. Meskipun demikian, penemuan baru-baru ini tentang yang ada di benua itu, khususnya di permukaan es, membuat para peneliti terkejut.

Para peneliti dari The Antartic Geological Drilling Program, yang mempelajari arus di bawah The Ross Ice Shelf, terkejut ketika robot pengendali jarak jauh yang mereka letakkan di bawah permukaan es mengirimkan gambar-gambar yang memukau.  Terlihatlah ribuan anemon ( anemones ) yang berenang dengan posisi terbalik. Kaki mereka terbenam ke es dan tentakelnya menggapai ke air.

Lagi

ANEMON MENEMPEL PADA ES DI LAUT ANTARTIKA.

2 Komentar

Tim peneliti di Kutub Antartika menemukan biota laut anemon yang menempel pada lapisan es di Laut Antartika. Melalui kamera robot penyurvei berjenis SCINI ROV ( Submersible Capable of Under-Ice Navigation and Imaging Remotely Operated Vehicle ), ratusan anemon kecil tampak menempel pada lapisan es sementara tentakelnya melambai-lambai untuk menyaring makanan.

Anemon ini diberi nama Edwardseilla andrillae. Anemon ditemukan karena peneliti heran melihat lapisan es yang keruh. ” Saat robot mendekati, tampak anemon itu, ” kata Frank Rack, ketua ilmuwan Program Pengeboran  Geologi Antartika pada Universitas Nebraska-Lincoln, kepada Livescience, Rabu ( 22/1 ).

Lagi

INTERNET KONEKSIKAN ANTAR – OTAK.

4 Komentar

Para peneliti di Universitas Washington, Amerika Serikat, berupaya memanfaatkan internet untuk mengoneksikan antar-otak manusia. Peneliti melakukan serangkaian aji coba yang menunjukkan, sinyal otak dapat dikirim lewat internet.

” Dulu internet berfungsi menghubungkan antarkomputer. Kini, bisa menjadi cara menghubungkan otak manusia. Kami ingin mengambil pengetahuan dari otak dan menghubungkannya satu sama lain, ” ujar Andrea Stocco, peneliti pada Universitas Washington, kepada LIve Science, Rabu ( 28/8 ).

Lagi

Older Entries