Beranda

SARAN MEMINUM ANTIBIOTIK SAMPAI HABIS DIGUGAT.

Tinggalkan komentar

Setiap meresepkan antibiotik, dokter meminta pasien meminumnya sampai habis agar tak terjadi resistensi antibiotik dan infeksi teratasi. Namun, ide itu digugat keefektifannya. Studi di British Medical Journal menilai, saran menghabiskan antibiotik tak cukup bukti. Lagi

RESISTENSI TERHADAP OBAT ANTI MALARIA DILACAK

Tinggalkan komentar

Para ilmuwan mengembangkan cara melacak penyebaran bentuk berbahaya malaria yang tak bisa diobati dengan terapi yang ada. Para dokter di Kamboja melaporkan kegagalan lengkap artemisinin dan piperaquine, obat utama malaria, tahun ini. Penemuan penanda resistensi yang dilaporkan di Lancet itu memungkinkan para ilmuwan untuk melacak ancaman itu.

Lagi

WASPADAI PENYEBARAN SUPERGONORE.

Tinggalkan komentar

Dokter di Inggris mengingatkan potensi penyeberan supergonore ( super-gonorrhea ) yang tak mampu diatasi dengan antibiotik yanga ada. Gonore ialah penyakit infeksi menular seksual ( IMS ) disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoae dan disebarkan lewat seks vagina, oral, dan anal tanpa pelindung. Selama ini gonore diobati dengan kombinasi antibiotik azitromisin dan seftriakson.

Lagi

GEN PEMICU RESISTENSI OBAT MALARIA DITEMUKAN.

Tinggalkan komentar

Sejumlah negara di kawasan Indochina, seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar, mengonfirmasi resistensi artemisinin, obat utama malaria. Kondisi itu dikhawatirkan menyebar glogal dan mempersulit upaya mengatasi malaria. Resistensi obat malaria generasi pertama, klorokuin muncul pertama di perbatasan Thailand-Kamboja sebelum menyebar ke Asia dan Afrika.

Kini ancaman resistensi artemisinis sebagai obat generasi kedua juga muncul di wilayah itu dan mulai menyebar ke seluruh daratan Indochina. ” Artemisinin adalah obat malaria terbaik. Supaya manfaatnya terus berlanjut, efektivitasnya harus dijaga dan dipertahankan, ” kata Olivo Miotto dari Unit Penelitian Tropika Mahdio Oxford ( MORU ) Thailand kepada BBC, Senin ( 19/1 ). Analisis terhadap 1.612 sampel dari 15 lokasi di Asia dan Afrika menemukan resistensi terkait mutasi gen parasit malaria yang disebut gen kelch13.

Lagi

ANTIBIOTIK MEMBUNUH PATOGEN TANPA RESISTENSI.

Tinggalkan komentar

Resistensi patogen terhadap antibiotik menempati urutan pertama penyebab krisis kesehatan masyarakat. Namun, pada riset terkini, Prof Kim Lewis dari Universitas Northeastern, di Boston, Massachusetts, AS, bersama koleganya, menemukan metode baru. Satu di antara metode baru itu adalah mengembangkan bakteri yang menghasilkan 25 antibiotik baru, salah di antaranya amat menjanjikan.

Selama beberapa dekade terakhir, hasil penemuan itu mengakhiri musim kemarau temuan antibiotik kelas baru. Temuan baru antibiotik itu bisa mengeliminasi patogen tanpa menimbulkan resistensi. Ini amat menjanjikan bagi terapi infeksi kronik, seperti tuberkulosis. Riset yang disambut hangat komunitas ilmuwan dunia itu dipublikasikan pada Rabu ( 7/1 ) di jurnal Nature.

Lagi

HARAPAN BARU UNTUK TERAPI DIABETES TIPE 2.

Tinggalkan komentar

Satu demi satu misteri penyebab diabetes melitus tipe 2 mulai terungkap. Para peneliti Harvard School of Public Health ( HSPH ) baru saja memublikasikan temuan mereka bahwa ada satu jenis protein atau hormon khusus yang ditemukan dalam sel-sel lemak yang terbukti membantu mengatur bagaimana gula darah dikendalikan dan dimetabolisasi untuk energi di dalam hati. Ini dikatakan akan membuka salah satu jalan bagi pengobatan diabetes tipe 2 yang menjangkiti ratusan juta penduduk dunia.

Diabetes tipe ini tidak tergantung pada insulin dan terjadi pada orang-orang dewasa ( adult onset ), berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bergantung pada insulin dan terjadi sejak bayi. Diabetes tipe 2 didefinisikan sebagai suatu kelainan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa  darah akibat terjadi kekurangan dan resistensi insulin. Kemampuan sel-sel beta pankreas berkurang bahkan rusak sehingga pasien mulai mengalami diabetes, dengan gejala-gejala seperti banyak makan ( polifagia ), banyak minum ( polidipsia ) dan banyak kencing ( poliuria ).

Lagi