Warga Beijing, China, kini punya tempat melampiaskan kemarahan. ” Ruang untuk marah ” itu diberi nama Smash, dibuka sejak September lalu, sebagai semacam katup pelepas rasa marah atau frustasi di tengah tekanan hidup di kota besar seperti Beijing. Tidak gratis memang. Pengunjung dikenai bayaran sesuai benda yang akan menjadi sasaran pelampiasan kemarahan.

Qiu Siyu, siswi SMA, dan dua rekannya membayar 158 yuan ( sekitar 23 dollar AS atau Rp 325.000 ) untuk menghabiskan waktu setengah jam di Smash, menghancurkan botol, radio tua, telepon, alat pengeras suara, alat pemasak nasi, dan maneken dengan tongkat pemukul bisbol. Saat melampiaskan kemarahan dengan menghancurkan perkakas itu, pengunjung bisa minta musik yang diinginkan dan diputar keras-keras. Agar tidak terkena pecahan, pengunjung mengenakan alat pelindung kepala.

Lagi