Beranda

TETAP SEHAT DI AKHIR 2014 DAN AWAL TAHUN BARU 2015.

Tinggalkan komentar

Saat masuk musim hujan di akhir tahun 2014 dan masuk awal tahun baru 2015, gangguan kesehatan bisa muncul kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja termasuk saya, sehat dengan reiki kundalini. Karena sakit adalah sebuah kejadian yang lumrah dalam hidup ini, maka mengatasi rasa sakit dengan menerapkan pola hidup sehat adalah keharusan bagi setiap orang yang mendambakan hidup sehat bebas penyakit. Apalagi jika kita lengah terhadap gejala awal penyakit yang menjadi penyebab tubuh tidak nyaman, maka tindakan awal adalah mencegah daripada mengobati jika sudah terlanjur sakit.

Sak jane menerapkan gaya hidup sehat tidak susah alias angel, tetapi juga tidak mudah. Saat ini kita sering dihadapkan pada pilihan mengonsumsi makanan yang boleh jadi mengandung zat kimia pada makanan sebagai bahan pengawet, juga bumbu penyedap masakan yang banyak beredar di toko. Ada yang mengonsumsi makanan cepat saji dan ada pula yang mengonsumi makanan organik, tidak terpengaruh pada kesehatannya.

Lagi

KADAR TINGGI PERKLORAT IBU JADIKAN IQ ANAK RENDAH.

Tinggalkan komentar

Kandungan perklorat yang tinggi pada ibu selama kehamilan trismester pertama memengaruhi tingkat kecerdasan intelektual ( IQ ) anak menjadi cenderung rendah. Tingginya zat perklorat mengganggu fungsi hormon tiroid yang penting bagi perkembangan otak anak. Bukti itu diperoleh dengan memeriksa kekurangan yodiom dan disfungsi tiroid terhadap 487 wanita hamil di Cardiff, Inggris, dan Turin, Italia.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap IQ anak mereka saat berusia tiga tahun. Hasilnya, 10 persen ibu hamil dengan kandungan perklorat tertinggi dalam tubuh punya potensi tiga kali lebih besar memiliki anak dengan IQ termasuk 10 persen terendah. Perklorat sering ditemukan pada air minum dan makanan.

Lagi

BIOFUEL DARI LIMBAH BABI.

2 Komentar

Kotoran ternak babi tentu orang ogah mendekatinya. Selain jijik juga disinyalir banyak mengandung larva cacing pita. Selain kotorannya yang menjijikkan, bau dari kandang babi yang tidak mengenakkan bagi hidung orang yang tidak pilek, sudah menjadi masalah sendiri bagi kesehatan lingkungan. Apalagi kalau kandang babi itu berada di lingkungan perumahan padat, banyak  warga yang tidak setuju akan keberadaan ternak babi ini.

Kotoran babi  bagaimana pun sudah menjadi masalah besar bagi kebersihan lingkungan, namun tidak demikian halnya dengan sebuah perusahaan Australia yang menganggap kotoran babi sebagai berkah bagi bisnisnya. Pasalnya tujuh ratus juta ekor babi menghasilkan banyak sekali masalah mencakup timbunan kotoran babi yang mencapai 1,5 juta ton per tahun. Agar masalah kotoran babi itu bisa dijadikan peluang bisnis, maka perusahaan itu menawarkan solusi baru.

Lagi

MERAWAT TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA.

11 Komentar

Buah pepaya memang banyak diminati masyarakat karena bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar.  Buah pepaya mateng pun bisa ditorehkan dengan sambal pedas dari campuran gula jawa, kacang goreng yang digiling halus, garam, air putih, terasi, cabe rawit atau cabe merah yang diulek jadi satu di atas cobek terbuat dari batu. Makan buah pepaya atau campuran irisan buah lain dan ditorehkan dengan sambal, disebut nglotis alias makan lotis yang oleh orang Solo, tradisi nglotis ini menjadi makanan penutup sehabis makan siang dengan nasi.

Yuk nglotis yuk, adalah sebutan untuk menikmati bersama-sama buah segar sehabis makan siang. Bahan dasar lotis salah satunya pepaya mengkal, nanas, mangga, dondong yang semuanya serba segar. Foto by Mbak Narti Doha, Qatar.

Tentu saja untuk mendapatkan buah pepaya segar untuk bahan nglotis, harus pandai-pandai memilih buah pepaya saat masih dijual tukang buah di pasar. Untuk mendapatkan buah pepaya segar dan mengkal, seorang petani pepaya harus memperhatikan tingkat keasaman tanah tempat biji pepaya disemai. Agar menjadi netral tingkat keasamannya dan tanah menjadi gembur dan lembab, maka petani harus membuat bedeng yang sekaligus berfungsi sebagai penyerap air yang menggenang.

Lagi

POLUSI NITROGEN ANCAM SATWA LIAR EROPA.

Tinggalkan komentar

Nitrogen dari asap kendaraan, pabrik dan pupuk mengancam keberadaan 60 % satwa liar Eropa di padang rumput, semak belukar dan hutan.  Meski Eropa mampu menekan emisi nitrogen hingga 30 % dalam beberapa dekade terakhir. Karena itu Eropa setiap tahun harus mengeluarkan 55 miliar – 28o miliar poundsterling  ( sekitar Rp. 780 triliun – Rp. 4000 triliun ) untuk menanggulangi dampak akibat nitrogen pada lingkungan dan kesehatan.

Lagi