Beranda

OTAK MERPATI MAMPU MEMAHAMI JARAK DAN WAKTU.

2 Komentar

Burung merpati dikenal punya kemampuan jelajah yang baik. Studi terbaru menunjukkan hal itu didukung kecakapan kognitif otaknya yang bisa menangkap konsep abstrak, seperti ruang dan waktu. Merpati bisa mengenali seberapa besar ruang yang dibutuhkan sebuah obyek dan berapa lama obyek itu tampak.

Pada manusia dan primata lain, kemampuan mengenali ruang dan waktu dengan bagian otak yang disebut korteks. Sementara merpati dan burung lain tak punya korteks sehingga pengenalan ruang dan waktu dilakukan di area otak yang disebut pallium. Namun, informasi ruang-waktu diolah dengan cara sama.

Lagi

OBAT BISA MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA DRASTIS.

Tinggalkan komentar

Obat yang menargetkan pada sistem pengendali nafsu makan di otak bisa menurunkan berat badan penyandang obesitas klinis secara signifikan. Miturut hasil riset, rata-rata orang kehilangan berat badan 5 kilogram dalam 12 pekan setelah menerima dosis mingguan semaglutide, senyawa yang menjadi obat diabetes, karena lemak tubuh berkurang. Obat itu menekan nafsu makan sehingga orang makan lebih sedikit.

Lagi

STRES MEMICU PERADANGAN SEL DARAH PUTIH.

Tinggalkan komentar

Stres meningkatkan risiko penyakit jantung secara menetap. Penyebabnya berada di otak. Studi pada 300 orang yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menunjukkan, stres meningkatkan aktivitas di amigdala, otak bagian belakang. Amigdala ialah area otak yang mengolah emosi, seperti rasa takut ataupun marah.

Amigdala mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah putih. Lalu, sel darah putih itu masuk ke pembuluh darah arteri, termasuk yang mengarah ke jantung. Stres membuat sel darah putih meradang sehingga menyebabkan serangan jantung, stroke, dan angina atau rasa tak nyaman di dada akibat kekurangan aliran darah ke jantung.

Lagi

VARIASI GENETIK BERKAITAN DENGAN KESUKSESAN HIDUP.

Tinggalkan komentar

Riset menggunakan data dari 1.000 individu yang dikumpulkan lebih dari 40 tahun  menunjukkan, profil genetik seseorang berhubungan dengan beberapa capaian hidup yang penting, termasuk kesuksesan pekerjaan dan terjaminnya kondisi keuangan. Temuan itu dipublikasikan dalam Psychological Science.

Lagi

MENUTUP MATA BANTU PULIHKAN MEMORI.

Tinggalkan komentar

Anda lupa mengingat detail film yang ditonton, pekerjaan yang dilakukan, atau catatan kuliah? Cobalah tutup mata sejenak dan buat diri Anda nyaman. Berdasarkan penelitian tim dari University Surrey, Inggris yang dipimpin Robert Nash, teknik itu mampu membuat seseorang lebih baik mengingat detail hal-hal yang sudah dilakukan.

” Temuan ini memperkuat temuan sebelumnya bahwa menutup mata membantu seseorang menghilangkan gangguan yang membuat mereka sulit mengingat, ” katanya kepada BBC, Jumat ( 16/1 ). Menutup mata membantu seseorang memvisualisasikan rincian segala sesuatu yang mereka coba ingat. Selain itu, menutup mata juga bisa digunakan untuk mengingat informasi audio.

Lagi

AMPLOP BERISI SOAL DAN JAWABAN UJIAN.

Tinggalkan komentar

Betapa kagetnya para mahasiswa di Austria saat hendak mengerjakan soal ujian. Bukan soal ujian yang didapat, akan tetapi jawaban lengkap soal ujian. Keruan saja mahasiswa jadi bingung, begitu juga para pengawas ujian yang terdiri dari dosen perguruan tinggi Universitas Salzburg.

Saat semua soal ujian dibagikan ke ruang kelas, amplop pembungkus soal ujian pun dibuka oleh masing-masing mahasiswa peserta ujian. Sebanyak 144 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Salzburg saat itu sedang mengikuti ujian menerima soal beserta jawaban lengkap materi ujian. Padahal amplop yang dibagikan kepada mahasiswa seharusnya khusus dibagikan kepada tim pengawas ujian yang terdiri dari dosen dan karyawan perguruan tinggi, dan profesor penguji.

Lagi

SIKAP HANGAT DALAM PERTEMANAN.

Tinggalkan komentar

Sebuah kajian psikologi menemukan, orang yang diminta memegang benda yang hangat di tangannya lebih besar kemungkinan untuk bekerja sama dengan orang lain ketimbang mereka yang memegang benda dingin di tangannya. Kajian ini melibatkan 30 pasang relawan. Profesor Lance Workman dan Simon Storey menggunakan sebuah permainan untuk mengukur kemauan orang untuk bekerja sama.

Setengah relawan ditanya saat memegang gel yang dipanaskan sampai suhu yang nyaman. Sisa lainnya memegang gel bersuhu dingin lalu masing-masing melakukan sebaliknya. Hasilnya, orang jauh lebih sering bekerja sama saat tangan mereka memegang benda hangat.

Lagi

Older Entries