Beranda

OTAK MERPATI MAMPU MEMAHAMI JARAK DAN WAKTU.

2 Komentar

Burung merpati dikenal punya kemampuan jelajah yang baik. Studi terbaru menunjukkan hal itu didukung kecakapan kognitif otaknya yang bisa menangkap konsep abstrak, seperti ruang dan waktu. Merpati bisa mengenali seberapa besar ruang yang dibutuhkan sebuah obyek dan berapa lama obyek itu tampak.

Pada manusia dan primata lain, kemampuan mengenali ruang dan waktu dengan bagian otak yang disebut korteks. Sementara merpati dan burung lain tak punya korteks sehingga pengenalan ruang dan waktu dilakukan di area otak yang disebut pallium. Namun, informasi ruang-waktu diolah dengan cara sama.

Lagi

SAMBOJA MERUSAK LAYAR SENTUH APLIKASI TINDER.

Tinggalkan komentar

Mencari pasangan yang hendak dijadikan teman kencan merupakan perkara yang gampang-gampang susah. Ada orang gampang mencari teman kencan, tetapi tak sedikit yang kesulitas mencarinya. Maka, muncul aplikasi kencan yang kini sangat populer, Tinder.

Namun, manusia jangan menyombongkan diri karena primata di sebuah kebun binatang di Belanda juga memiliki aplikasi pencari pasangan kencan. Aplikasi itu dikembangkan pusat penelitian di Taman Primata Apenheul, di pinggiran kota Apeldoorn. Mereka tengah meneliti respons emosi orangutan dan simpanse terhadap foto hewan dari spesies yang sama yang ditampilkan di layar sentuh.

Lagi

MUTASI GENETIKA PICU PEMBESARAN OTAK MANUSIA.

Tinggalkan komentar

Kunci evolusi manusia yang memisahkan manusia dari kerabat primata lain ialah otak lebih besar. Berat rata-rata otak manusia modern 1.352 gram, dan otak simpanse dewasa 384 gram. Otak besar memungkinkan manusia mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menghasilkan lebih banyak informasi dalam hitungan detik, memecahkan soal, menciptakan ide dan gambaran abstrak.

Lagi

LAYAKNYA MANUSIA, SIMPANSE MENGENALI WAJAH.

Tinggalkan komentar

Pengenalan wajah sesama salah salah satu kunci kehidupan sosial manusia. Tampaknya, itu juga berlaku pada simpanse. Ini setelah sekelompok peneliti melatih tiga simpanse dewasa, Chloe, Pendesa, dan Ai, untuk menemukan gambar wajah simpanse, pisang, mobil, dan rumah di antara sekelompok gambar lain pada peranti layar sentuh digital. ” Simpanse cepat menemukan gambar wajah di antara berbagai obyek lain, ” kata pemimpin tim peneliti Masaki Tomonaga, ahli primatologi dan studi kognitif komparatif pada Primate Research Institute University Kyoto, Jepang.

Lagi

MONYET JANTAN IKUT AYAHNYA.

Tinggalkan komentar

Kecenderungan dekat dengan salah satu orangtua ternyata juga ada pada primata, selain manusia, yakni monyet rhesus alias Macaca mulatta, seperti dikutip BBC, Minggu ( 29/3 ). Monyet rhesus jantan memilih bersama ayah atau kerabat laki-laki saat tahap kedewasaan tertentu, seperti dipublikasikan American Journal of Primatology. Anja Widdig, Doreen Langos, dan Lars Kulik dari Institut Antropologi Evolusi Max-Planck, Leipzig Jerman, meneliti monyet rhesus liar di Pulau Cayo Santiago, Puerto Riko.

Lagi

SANDRA ASAL SUMATERA AKHIRNYA BEBAS.

Tinggalkan komentar

Burung dalam sangkar yang dikurung pemilknya jika bisa ngomong di akhir tahun 2014 ini pasti ingin sekali-kali bebas terbang di luar sangkar. Namun apa daya, si pemilik yang hobi memelihara burung tentu tidak ingin burung klangenannya ini lepas terbang keluar sangkar. Untuk itulah setiap hari si pemilik akan memeriksa kelayakan sangkar burung agar tetap terjaga kuat kisi-kisinya, jika ada yang kendor tautannya, akan dikencangkan dengan kawat.

Lagi

KERA PATAS BERLARI CEPAT.

2 Komentar

Kera pantas berlari begitu cepat sampai-sampai kadang dikira sebagai cheetah. Kera yang sulit ditangkap ini kadang memanjat pohon ketika merasa ada bahaya mengancam nya. Akan tetapi hewan ini cenderung berlari cepat dengan kecepatan hampir 55 kilometer per jam. Kok, bisa ya ?

Kera patas ( Erythocebus patas ) berkaki besar dan panjang.  Bulunya berwarna kemerah-merahan, sedangkan bagian bawah berwarna putih keabu-abuan. Hewan ini mempunyai belang warna gelap dari telinga ke telinga, melintas pada bagian mata yang besar dan ekspresif.

Lagi

Older Entries