Beranda

JURU SUARA FILM DAN CATATAN SHOOTING FILM.

Tinggalkan komentar

Saat pelaksanaan shooting film dimana kamera yang berfungsi merekam gambar dan tape recorder ( nagra ) yang berfungsi merekam suara agar mempunyai kecepatan sama, diperlukan adanya crystal pilot syncronization yang berada di bodi kamera dan tape recorder ( nagra ). Alat ini diinstal pada kamera film yang dilengkapi crystal oscilator, berfungsi mengatur kecepatan kamera film supaya konstan saat sedang merekam gambar dan suara.

Crystal Oscillator ini menghasilkan frekwensi yang sangat tepat dan hanya mempunyai kesalahan sebesar 0,001%. Sedangkan tape recorder atau kita sebut saja Nagra dalam fungsinya merekam suara, juga dilengkapi dengan crystal oscillator untuk menghasilkan frekwensi 50 Hz. Untuk Amerika dan Kanada frekwensi crystal oscilator 60 Hz.

Lagi

PROSESING FILM, EDITING DAN MIXING FILM 16 MM..

8 Komentar

Ketika shooting film usai tiba giliran Laboratorium Film memproses seluruh exposed film yang diperoleh saat mengambil gambar di lapangan. Exposed film diserahkan Asisten Juru Kamera kepada petugas Laboratoriom Film. Setiap reel film  yang ada dalam kaleng, selalu disertai catatan mengenai pemakaian asa film, day or night saat pengambilan gambar di lokasi shooting. Juga catatan ringkas isi adegan film yang telah di shot.

Semua catatan itu diperlukan petugas laboratorium film untuk menentukan final prosesing film ketika film sudah selesai diedit. Catatan itu juga diperlukan untuk membuat master print, lengkap dengan titel film, efek transisi gambar dan pencahayaan, juga jalur suara apakah memakai magnetic stripe atau optic pada sisi film. Bila memakai film reversal Kodak atau Fuji, gambar langsung dapat dilihat begitu selesai prosesing di laboratoriom film sehingga bisa langsung di edit gambarnya.

Lagi

PITA SUARA PADA FILM 16 MM.

10 Komentar

Ini adalah catatan yang tercecer yang pernah menjadi sejarah pembuatan film 16 mm di media Televisi Republik Indonesia Senayan Jakarta. Perekaman suara film televisi saat itu mengenal 2 jenis perekaman suara, yakni single sistem dan double sistem. Televisi Republik Indonesia dekade 1962 hingga tahun 1997 dalam melaksanakan pembuatan mata acara siaran selalu menggunakan media seluloid 16 mm sekaligus perekaman suara film itu dalam format 1/4 inchi.

Dalam rekaman suara model single sistem, gambar dan suara direkam secara bersamaan oleh kamera film pada medium yang sama. Pada salah satu tepi film tersebut terdapat lapisan pita magnetik yang merupakan tempat suara direkam. Lapisan ini disebut magnetic strip berwarna coklat menempel di sisi film. Sedangkan camera film untuk merekam gambar sekaligus suara, mempunyai record head di dalam bodi camera.

Lagi

REKAMAN GAMBAR PADA FILM 16 MM.

Tinggalkan komentar

Pada saat rekaman gambar baik di studio atau lokasi film pimpinan kerabat kerja dipegang oleh Sutradara atau Pengarah Acara. Sutradara mengarahkan pemain dan dibantu kerabat kerja teknik seperti juru kamera, juru suara, penata lampu, make up, pencatat adegan juga penata artistik. Film televisi saat itu menggunakan direct recording yaitu suara langsung direkam di lokasi. Juru kamera mengambil gambar mengunakan kamera Arri BL, ST, SR sedangkan juru suara merekam suara dengan peralatan Nagra. Sistem kerja dalam rekaman gambar ini double sistem dimana gambar dan suara terpisah. Film menggunakan ukuran 16 mm sedangkan pita suara ukuran 1/4 inchi yang nantinya saat akan editing di studio pita ini ditransfer ke format 16 mm.

Karena gambar dan suara menggunakan medium terpisah satu sama lain maka haruslah antara keduanya terdapat suatu cara yang menjamin tercapainya keserempakan (sinkronisasi). Untuk mencapai sinkronisasi harus dipenuhi hal-hal berikut ini:

Lagi