Beranda

BIOFUEL DARI LIMBAH BABI.

2 Komentar

Kotoran ternak babi tentu orang ogah mendekatinya. Selain jijik juga disinyalir banyak mengandung larva cacing pita. Selain kotorannya yang menjijikkan, bau dari kandang babi yang tidak mengenakkan bagi hidung orang yang tidak pilek, sudah menjadi masalah sendiri bagi kesehatan lingkungan. Apalagi kalau kandang babi itu berada di lingkungan perumahan padat, banyak  warga yang tidak setuju akan keberadaan ternak babi ini.

Kotoran babi  bagaimana pun sudah menjadi masalah besar bagi kebersihan lingkungan, namun tidak demikian halnya dengan sebuah perusahaan Australia yang menganggap kotoran babi sebagai berkah bagi bisnisnya. Pasalnya tujuh ratus juta ekor babi menghasilkan banyak sekali masalah mencakup timbunan kotoran babi yang mencapai 1,5 juta ton per tahun. Agar masalah kotoran babi itu bisa dijadikan peluang bisnis, maka perusahaan itu menawarkan solusi baru.

Lagi

Iklan

KERETAKAN REAKTOR 2 PLTN FUKUSHIMA.

Tinggalkan komentar

Badan  keselamatan industri dan nuklir Jepang memperkirakan diperlukan waktu beberapa bulan untuk menghentikan kebocoran radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, Senin 04/04/2011. Kebocoran dapat dihentikan jika sistem pendingin reaktor telah berhasil diperbaiki.

Pejabat kementerian keselamatan nuklir Jepang, Seiji Shiroya mengungkapkan, ” Kebocoran radiasi pada PLTN Fukushima baru dapat dihentikan setelah sistem pendingin PLTN diperbaiki,” katanya. Perbaikan sistem pendingin diperkirakan akan membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan akibat banyaknya puing dan tingginya tingkat radiasi yang mengganggu proses perbaikan.

Lagi

UPAYA PENGALIHAN ALIRAN MINYAK.

Tinggalkan komentar

Tim gabungan yang terdiri dari pekerja perusahaan energi British Petroleum – BP, para penjaga pantai dan anggota keamanan nasional telah berkumpul di Lousiana ( 3/6/10 ), untuk melakukan upaya pengalihan aliran minyak di sumur minyak milik British Petroleum. Upaya tersebut kini masih berada pada tahap awal yaitu mengalirkan minyak ke permukaan.

Lagi