Beranda

NAMA SAMA PERSIS MEREKA NEKAT MAJU DALAM PEMILU 2020

Tinggalkan komentar

Inilah repotnya punya nama sama, mungkin karena termasuk ” nama pasaran “. Anggota Kongres dari Demokrat California memiliki nama sama persis dengan pesaingnya, seorang pengusaha dari Republik : Raul Ruiz. Sejak masuk Kongres tahun 2013, Ruiz ( Demokrat ) selalu terpilih dengan mudah dalam pemilu.

Lagi

ANAK REMAJA MAMPU MERETAS SISTEM PEMILU NEGARA BAGIAN AS.

Tinggalkan komentar

Ini bisa jadi peringatan bagi para penyelenggara pemilu. Sebanyak 35 anak berusia 6-17 tahun tanpa kesulitan meretas replika situs-situs pemilu di enam negara bagian di Amerika Serikat. Unjuk kebolehan itu berlangsung pada Def Con, pertemuan tahunan terbesar para peretas sedunia di Las Vegas, Nevada, AS, 9-12 Agustus lalu.

Peretas tercepat pada ajang ” Kampung Pemungutan Suara ” itu adalah bocah berusia 10 tahun. Hanya dalam 10 menit ia mampu meretas replika situs pemilu di Florida. Ia dengan leluasa mengubah nama-nama kandidat dan perolehan suaranya.

Lagi

KERA-KERA MENGGANGGU JALANNYA PEMILU.

Tinggalkan komentar

Barangkali panitia referendum konstitusi Thailand harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencetak daftar pemilih. Ini gara-gara sekitar 100 kera usil merobek daftar pemilih yang ditempel di tembok wihara yang menjadi lokasi pemungutan suara. Panitia referendum berusaha mengalihkan perhatian kera-kera itu dengan buah dan sayuran.

Bahkan, meski dibelikan pakan hewan, cara itu tetap tidak mempan. Panitia referendum distrik Surachai Maneeprakorn mengakui, populasi kera cukup banyak dan tinggal di belakang wihara tersebut. Tempat pemungutan suara sengaja dilakukan di dalam wihara supaya kera-kera itu tidak bisa masuk dan mengganggu.

Lagi

WALI KOTA MENABUR GULA DI JALAN KOTA NOVA ZAGORA.

Tinggalkan komentar

Mayor Nikolai Grozev, Wali Kota Nova Zagora, Bulgaria, memilih tradisi rakyat untuk mengusir bahaya di jalan-jalan sekitar kotanya. Dia menaburkan 50 kilogram gula di empat jalan masuk kota itu. Televisi nasional Bulgaria, mengutip Grovez yang menyebutkan, ide itu disarankan seorang guru taman kanak-kanak.

Lagi

JACK DOVEY KALAH SAAT PENGHITUNGAN SUARA.

Tinggalkan komentar

Jack Dovey, politisi Partai Republik di kota mungil Federal Way, Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, pasti tak pernah mengira akan dikalahkan orang yang sudah meninggal dalam pemilu. Namun, dari perkiraan sementara hasil Pemilu Sela 2014 yang berlangsung Selasa ( 4/11 ) lalu, ia bakal gagal menjadi anggota DPR Negara Bagian Washington. Pasalnya perolehan suaranya lebih sedikit daripada politisi Demokrat, Roger Freeman.

Lagi

MENANG OJO UMUK, KALAH OJO NGAMUK.

Tinggalkan komentar

Hirup pikuk kampanye jelang pemilihan anggota legislatif 9 April lusa, minggu kemaren telah usai. Ibarat pesta meriah, tentu saja meninggalkan pemandangan yang tidak biasa. Pohon, tiang listrik, pagar depan rumah saya di kampung seketika berubah poster yang tidak saya kenal identitas pemiliknya.

Setelah pesta kampanye usai,  pemilik poster yang wajahnya sumgringah, menebar janji, lengkap dengan atribut gelar kesarjanaan, tidak juga datang bertandang untuk menurunkan posternya. Yang menurunkan malah petugas kebersihan lingkungan tempat tinggal. Akhirnya janji tinggal janji yang telah diumbar lewat maklumat di poster, diperdengarkan lewat radio, televisi bahkan media sosial, tinggal kita nantikan pembukitannya, kelak jika dia terpilih.

Lagi

VIOLET BAKER MENYERAHKAN HARTA WARISAN KEPADA PARTAI KONSERVATIF.

Tinggalkan komentar

Sering kita dengar soal warisan bisa memecah belah persaudaraan keluarga. Apalagi jika warisan diberikan kepada pihak yang tak dikehendaki. Karena sudah menyangkut soal harta warisan, maka Violet Baker, perempuan Inggris yang meninggal pada April 2013 dalam usia 85 tahun, menyatakan dalam surat wasiat tanpa diduga menyerahkan hartanya senilai 750.000 poundsterling atau lebih dari Rp 15 miliar kepada Partai Konservatif.

Harta Baker diperoleh dari warisan suaminya, Raymond, yang meninggal tahun 2009. Ulah Baker dikritik iparnya, Elsie Clark (88 ), adik perempuan Raymond. Kepada tabloid The Mirror, Clark mengatakan, Violet Baker tak pernah memperlihatkan ketertarikan pada partai politik.

Lagi

YASHA BURUNG NURI IKUT PEMILU LOKAL.

7 Komentar

Pemilu untuk memilih wakil rakyat boleh saja diikuti siapa saja yang memenuhi syarat, asalkan yang bersangkutan sehat mentalnya dan siap menjadi wakil rakyat. Karena boleh diikuti siapa saja, maka Kanstantsin Zhukouski, aktivis sosial di Belarus, menguji kapabilitas komisi pemilihan daerah Mazur dengan mendaftarkan Yasha. Yang aneh atas perilaku Zhukouski, ialah dia tidak mendaftarkan atas namanya sendiri, malah mendaftarkan si Yasha, burung nuri miliknya.

Agar bisa maju ikut pemilu lokal, Yasha telah dilatih ngomong, ” Yasha baik-Mana Uang-dan Aku ingin jadi anggota dewan.” Tiga kalimat itu telah dihapal Yasha dan bisa mengucapkannya dengan baik. Yasha dinyatakan lolos untuk ikut pemilu lokal.

Lagi

TIDAK ELOK DITIRU PERILAKU INI.

Tinggalkan komentar

Kebiasaan pejabat publik mengonsumsi narkoba ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Perilaku kurang terpuji ini ternyata juga menghinggapi Wali Kota Toronto, Kanada, Rob Ford. Pejabat publik ini menjadi sasaran protes dari warga di negaranya karena ketahuan mengisap kokain.

Publik semakin keras menuntutnya untuk segera meletakkan jabatan setelah polisi setempat mengatakan video yang memperlihatkan Ford sedang mengisap kokain. Video itu ditemukan dalam operasi besar-besaran terhadap temannya, tersangka penyuplai obat-obatan berbahaya bagi sang wali kota. Polisi mengatakan, mereka belum menemukan bukti cukup kuat untuk melakukan tindakan hukum terhadap Ford.

Lagi

JENNIFER DAN MARK BINGUNG MEMILIH NAMA.

Tinggalkan komentar

Nama adalah harapan orangtua pada anak, begitu kata orang bijak. Namun, pasangan muda asal New Haven, Connecticut, Amerika Serikat ini malah kebingungan menentukan nama apa yang sekiranya cocok untuk bayi laki-laki mereka. Karena begitu pentingnya arti sebuah nama pada diri seseorang, maka pasangan ini meminta pendapat pelanggan warung kopi yang biasa mereka datangi.

Jennifer James ( 25 ) dan Mark Dixon ( 24 ) kepada New Haven Register mengatakan ( 26/6 ), mereka kesulitan memilih nama untuk anak mereka yang diharapkan lahir pada September mendatang. Karena begitu sulitnya memilih nama layaknya sulitnya memecahkan soal matematika ketika mereka sekolah dulu, mereka pasrah dan menyerahkan keputusannya lewat pemungutan suara.  Cara yang ditempuh adalah mereka menyiapkan mangkuk kopi sebagai kotak suara dan meminta pengunjung gerai kopi Starbucks di New Haven Green untuk memilih satu dari dua nama.

Lagi

Older Entries