Beranda

PEMANASAN GLOBAL HILANGKAN TERUMBU KARANG.

Tinggalkan komentar

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB alias Medco menyebutkan, seluruh terumbu karang yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia (worldheritage) akan menghilang pada tahun 2100 jika laju pemanasan global masih terjadi seperti saat ini. Dalam informasi yang dirilis situs resmi UNESCO, Jumat (23/6), disebutkan, peningkatan suhu lautan dalam tiga tahun terakhir telah menyebabkan 21 dari 29 terumbu karang warisan dunia mengalami pemutihan alias bleaching. Lagi

LUMUT DAN MIKROBA KIAN BERKEMBANG DI ANTARTIKA.

Tinggalkan komentar

Pemanasan global mulai mengubah wajah benua beku Antartika. Lumut dan mikroba tumbuh makin meluas di Semenanjung Antartika yang berada dekat ujung Amerika Selatan. Studi pada 2013 yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, Kamis ( 18/5 ), menunjukkan perubahan ekologi Antartika itu belum pernah terjadi 50 tahun sebelumnya.

” Sebelumnya hanya teridentifikasi di satu lokasi di ujung selatan Semenanjung Antartika, ” kata Matthew Amesbury  dari Universitas Exeter, Inggris, yang meneliti hal tersebut. Semenanjung Antartika adalah salah satu wilayah yang mengalami pemanasan paling cepat di Bumi. Sejak 1950-an, suhu wilayah itu naik 0,5 derajat celcius setiap satu dekade.

Lagi

BERUANG KUTUB MILANA SEDANG BERENANG.

Tinggalkan komentar

Seekor beruang kutub betina bernama Milana tengah berenang di kandangnya di Kebun Binatang Hannover, Jerman, 9 Maret lalu. Beruang kutub adalah salah satu spesies binatang liar yang eksistensinya terancam perubahan iklim seiring dengan mencairnya es di kutub karena pemanasan global.

Lagi

SUHU LAUT MIRIP PERIODE MENCAIRNYA ES TERAKHIR.

Tinggalkan komentar

Suhu permukaan laut saat ini memiliki kemiripan dengan periode interglasial terakhir. Periode interglasial terakhir ( the last interglaciation / LIG ) merupakan periode yang terjadi pada 129.000 – 116.000 tahun lalu itu ditandai dengan mencairnya es. Hal itu menyebabkan kenaikan permukaan laut 6-9 meter dari sekarang.

Beberapa penelitian sebelumnya memperkirakan periode LIG terjadi saat suhu Bumi naik hingga 2 derajat celsius. Namun, penelitian terbaru oleh Jeremy S Hoffman dari Oregon State University, Amerika Serikat, dan timnya menemukan, suhu Bumi saat ini sudah menyamai kondisi puncak LIG.

Lagi

GUNUNG ES RAKSASA DI ANTARTIKA NYARIS TERPUTUS.

Tinggalkan komentar

Gunung es raksasa diperkirakan segera terpisah dari bagian besar Benua Antartika. Dugaan itu berdasarkan munculnya retakan lapisan es di daerah Larsen C di barat laut Antartika yang terus memanjang. Bahkan, selama Desember 2016, puncak musim panas belahan Bumi Selatan, keretakan selebar 100 meter dan sedalam 0,5 km itu bertambah panjang 18 km, hanya beberapa minggu.

Kini, bagian akhir retakan itu hanya berjarak 20 km dari tepi samudra. ” Jika gunung es itu tidak lepas dari Antartika dalam beberapa bulan ke depan itu mengejutkan, ” kata Adrian Luckman, pimpinan peneliti dari Universitas Swansea, Inggris. Jika lepas, akan tercipta gunung es seluas 5.000 km persegi dan diperkirakan masuk dalam 10 besar gunung es lepas yang tercatat.

Lagi

BURUNG BERMIGRASI LEBIH AWAL.

Tinggalkan komentar

Para peneliti di Edinburgh University menemukan fakta, burung bermigrasi lebih awal seiring kenaikan suhu global. Studi itu dilakukan dengan menganalisa data ratusan spesies burung yang bermigrasi di lima benua dalam 300 tahun terakhir. Hasil studi dipublikasikan di Journal of Animal Ecology itu menunjukkan, burung akan tiba di daerah tujuan migrasi sehari lebih awal di tiap kenaikan suhu 1 derajat celsius.

Lagi

SUHU PERMUKAAN LAUT GLOBAL TERTINGGI.

Tinggalkan komentar

Suhu rata-rata permukaan air laut global pada September 2014 mencapai angka tertinggi dan memecahkan rekor sejak suhu permukaan laut pertama kali diukur sistematis. Kondisi itu menunjukkan segera berakhirnya jeda pemanasan lautan selama 14 tahun. Ini dikenal sebagai kekosongan pemanasan global atau global warming hiatus.

Peningkatan suhu permukaan laut global terhenti sementara pada 2000-2013, di tengah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Namun, sejak April 2014, pemanasan lautan kembali melaju. Hal itu berdasarkan analisis Axel Timmermann, peneliti iklim yang mempelajari variabilitas sistem iklim global di International  Pacifik Research Center, Universitas Hawaii, AS.

Lagi

Older Entries