Beranda

MEREKAM GAMBAR DAN SUARA PADA FILM 16 MM.

6 Komentar

Pada saat rekaman gambar baik di studio atau lokasi film, pimpinan kerabat kerja produksi film dipegang oleh Sutradara atau Pengarah Acara. Sutradara mengarahkan pemain dan dibantu kerabat kerja teknik seperti juru kamera, suara, penata lampu, make up, pencatat adegan juga penata artistik. Mereka bekerja bersama-sama sebagai team work dan tentu saja didukung oleh para pemain atau artis yang membintangi jalannya shooting film televisi.

Film televisi saat itu menggunakan sistem pengambilan gambar direct recording, yaitu suara langsung direkam di lokasi kejadian. Juru kamera mengambil gambar mengunakan kamera Arri BL, ST, SR sedangkan juru suara merekam suara dengan peralatan Nagra. Metode kerja dalam rekaman gambar film televisi saat itu adalah double sistem, dimana gambar dan suara terpisah tempatnya. Film menggunakan ukuran 16 mm sedangkan pita suara ukuran 1/4 inchi yang nantinya saat akan editing di studio, pita ini ditransfer ke format 16 mm.

Lagi

GELEGAR IMLEK DAN TARIAN BARONGSAI.

Tinggalkan komentar

Ikon dalam perayaan Imlek adalah adanya Tarian Barongsai ( Lion Dance ) dan adanya buah-buahan segar, susunan Kue Keranjang dan Kue Bulan. Selain itu pula kemeriahan perayaan Imlek atau Tahun Baru China tidak berhenti pada dominasi warna merah saja serta atribut pernak-pernik dekorasi Imlek, melainkan dimeriahkan pula dengan pesta kembang api. Tarian Barongsai sendiri sejatinya tarian yang dikenal di Tiongkok sejak zaman Dinasti Tang merupakan identitas dan bagian budaya Tiongkok yang penting untuk dicermati.

Pernak-pernik Imlek selalu ada unsur warna merah dan kuning emas dengan harapan mendatangkan kesuksesan dan kemakmuran di tahun baru.

Tarian Barongsai diperkirakan masuk Indonesia sejak abad ke-17. Kini tarian Barongsai dapat dijumpai di acara non keagamaan. Misalnya tarian ini ikut ambil bagian dalam pawai kemerdekaan setiap tanggal 18 Agustus. Namun tarian ini tidak mengurangi nilai spiritual di dalamnya.

Lagi

REKAMAN SUARA PADA FILM 16 MM.

Tinggalkan komentar

Ini adalah catatan yang tercecer yang pernah menjadi sejarah pembuatan film 16 mm di industri perfilman nasional khususnya di media Televisi Republik Indonesia di Senayan Jakarta. Perekaman suara film televisi saat itu mengenal 2 jenis perekaman suara single sistem dan double sistem. Televisi Republik Indonesia dekade 1962 hingga tahun 1997 dalam melaksanakan pembuatan mata acara siaran selalu menggunakan media seluloid 16 mm sekaligus perekaman suara film itu dalam format 1/4 inchi.

Dalam rekaman suara single sistem ini gambar dan suara direkam secara bersamaan oleh kamera film pada medium yang sama. Pada salah satu tepi film tersebut terdapat lapisan pita magnetik yang merupakan tempat suara direkam.Lapisan ini disebut magnetic strip berwarna coklat menempel di sisi film. Sedangkan camera film untuk merekam gambar sekaligus suara mempunyai record head di dalam bodi camera. Karena gambar yang direkam gerakannya terputus-putus (intermittent motion) sedangkan untuk suara diperlukan gerakan yang datar ( non intermittent atau flutter free motion ) maka harus ada jarak antara gambar dan suara sepanjang 28 frame yang merupakan jarak suara magnetis.

Lagi