Beranda

DOKTER LIU JIALIN MENGELUARKAN SIKAT GIGI DARI DALAM PERUT PASIEN.

Tinggalkan komentar

Seorang dokter di Shenzhen, Guangdong, China, berhasil mengangkat sebuah sikat gigi dari perut seorang pria yang pernah mencoba bunuh diri 20 tahun lalu. Sikat gigi itu telah menghitam dan berbalut kerak usus. Kepada Knews, Senin lalu, Liu Jialin – dokter bedah – mengatakan, sikat gigi itu terlihat seperti barang antik yang berasal dari masa ratusan tahun silam.

Lalu mengapa sikat gigi tersebut berada dalam perut pasien berusia 50 tahun itu? Sebagaimana diunggah di laman Globaltimes.cn, Senin ( 5/8/2019 ), disebutkan, sekitar 20 tahun lalu, pria itu menderita sakit serius. Putus asa dengan sakitnya, si pria lantas mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menelan sikat gigi.

Lagi

KOLESTEROL JAHAT RENDAH BELUM TENTU BAIK.

Tinggalkan komentar

Agar terhindar dari penyakit jantung dan kolesterol, masyarakat diminta menjaga kadar kolesterol jahat ( low-density lipoprotein / LDL ) tak lebih dari 100 mg/dL. Bahkan, mereka yang berisiko tinggi disarankan tak lebih dari 70 mg/dL. Namun, studi terhadap 96.000 orang di China menunjukkan hasil berbeda.

Dari 753 orang yang alami stroke hemoragik selama 9 tahun studi terlihat mereka yang kadar LDL-nya di bawah 70 mg/dL, justru 65 persen lebih mungkin alami stroke hemoragik daripada yang LDL-nya 70-99 mg/dL. Orang dengan LDL kurang dari 50 mg/dL, justru berisiko dua kali lebih besar alami stroke hemoragik daripada yang kadar LDL-nya 70-99 mg/dL.

Lagi

PERAWAT HAMIL BERSAMA-SAMA SIAP CUTI BERSAMA PULA

Tinggalkan komentar

Sebanyak 16 perawat pada unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di kota pinggiran Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, baru-baru ini membuat perngakuan bahwa mereka semua hamil. Kehamilan itu seperti menular di antara mereka. Demikian seloroh para perawat yang sedang hamil di Banner Desert  Medical Center, Mesa, Arizona, itu, Jumat ( 17/82018 ).

Diperkirakan, mereka bakal melahirkan bayi antara Oktober dan Januari mendatang. ” Kami bersama-sama menyusun rencana ( kehamilan ) ini agar bisa cuti, ” demikian canda Jolene Garrow, salah seorang perawat yang hamil itu diketahui setelah mereka membuka halaman grup di facebook. Garrow bercerita, sebagian besar pasien yang mereka tangani sudah tahu kabar kehamilan mereka.

Lagi

OLAHRAGA MENJADI SOLUSI EFEKTIF NYERI PUNGGUNG.

Tinggalkan komentar

Dokter selama ini menyarankan pasien nyeri punggung beristirahat total, meresepkan obat pereda nyeri, dan operasi jika parah. Warga Amerika Serikat, contohnya, mengeluarkan biaya lebih besar untuk terapi nyeri punggung bawah dan leher dibandingkan penyakit lain kecuali diabetes dan penyakit jantung. Juli lalu, para ahli di Boston Medical Center memublikasikan riset pada 320 pasien nyeri punggung kronis yang menjalani yoga dan latihan fisik.

Lagi

OBAT KANKER BERBASIS GENETIKA

Tinggalkan komentar

Herley Beyene dari bagian produksi sel menempatkan wadah berisi sel-sel imun atau kekebalan tubuh pada mesin di Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson, Seattle, Amerika Serikat. Foto itu diambil pada 29 Maret 2017 dan dipublikasikan kemarin. Para peneliti memprogram ulang sel-sel kekebalan pasien secara genetik untuk menciptakan obat biologis yang diharapkan bisa menghancurkan sel kanker dengan lebih baik.

Lagi

DIAGNOSIS TES DARAH LEVEL PROTEIN.

Tinggalkan komentar

Dokter kini bisa memilih terapi yang lebih cocok bagi pasien depresi. Miturut Dr Madhukar Trivedi, pemimpin riset di UT Southwestern Medical Centre’s Center for Depresion Research and Clinical Care, Rabu ( 29/3 ), tes darah mengukur jenis tertentu level protein sebagai alat diagnosis. Selama ini, pilihan terapi miturut hasil kuesioner pada pasien. Pengukuran level C-reactive protein ( CRP ) pasien lewat tes darah membantu dokter meresepkan obat lebih efektif.

Lagi

PEREMPUAN DOKTER LEBIH KOMUNIKATIF.

Tinggalkan komentar

Riset terbaru dari Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat, menunjukkan, risiko pasien meninggal dalam sebulan setelah dirawat perempuan dokter di rumah sakit lebih rendah 4 persen dibandingkan dengan pasien yang dirawat pria dokter. Bahkan, pasien yang dirawat perempuan dokter berpeluang 5 persen lebih rendah kembali dirawat di RS dibandingkan dengan dirawat pria dokter. Riset itu dilakukan terhadap data 1,5 juta lebih pasien usia minimal 65 tahun pada 2011-2014.

Lagi

Older Entries