Beranda

BERKAT TELEPON GENGGAMNYA PRIA ITU LOLOS DARI MAUT.

Tinggalkan komentar

Seorang pria di Australia lolos dari maut, ” diselamatkan ” oleh telepon genggamnya. Kok bisa? Pria berusia 43 tahun, yang tak disebutkan namanya itu, baru saja tiba di rumahnya di Nimbin, kota kecil di pantai timur, sekitar 150 kilometer selatan Brisbane, Negara Bagian Quensland, saat ia menjumpai seorang pria bersenjata busur dan anak panah di luar rumahnya, Rabu ( 13/3/2019 ).

Lagi

BUKU KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH KEMBALI SETELAH 65 TAHUN RAIB.

Tinggalkan komentar

Seorang kepala sekolah di Amerika Serikat terkejut bukan kepalang. Buku koleksi perpustakaan sekolahnya akhirnya kembali dengan selamat setelah dipinjam selama 65 tahun. Lort Wyborney, Kepala SMA John R Rogers, di kota mungil Spokane, Negara Bagian Washington, semakin terkejut karena novel Gone with the Wind itu ditemukan kembali di gudang bawah tanah seorang warga di Maine,Negara Bagian Washington,  yang terletak di ujung pantai barat AS.

Sedangkan letak Maine berada di ujung timur Amerika Serikat, terbentang jarak ribuan kilometer di antara kedua negara bagian itu. ” Tentu saja kami senang mendapatkan kembali buku itu, ” ujar Wyborney, Selasa ( 2/12 ) lalu. Ia memperoleh kembali buku itu sekitar seminggu silam setelah Wayne Hachey, warga Maine, menemukannya di gudang bawah tanah ayahnya.

Lagi

REZA BALUCHI MINTA BANTUAN USCG.

Tinggalkan komentar

Masih ingat gelembung plastik raksasa di tempat-tempat rekreasi air, ketika orang bisa masuk ke dalamnya dan berlari di atas air ? Reza Baluchi ( 42 ) warga AS keturunan Iran, punya ide gila berlari dalam gelembung semacam itu dari pantai timur Florida, AS, menuju Kepulauan Bermuda yang berjarak sekitar 1.600 kilometer ke timur. Pasukan Penjaga Pantai AS ( USCG ) yang bertemu Baluchi di tengah laut sudah menyarankan agar dia membatalkan niat itu.

Pertimbangan saran itu mengingat bekal yang dibawa Reza Baluchi sangat kurang untuk mengarungi lautan. Ia hanya membawa makanan batangan kaya protein, air minum, telepon satelit, dan perangkat GPS. Namun, seperti dikutip UPI, pelari marathon itu menolak berhenti dan meneruskan larinya melintasi samudra dengan satu alasan.

Lagi