Beranda

GENOM PARASIT MALARIA YANG PALING MEMATIKAN.

Tinggalkan komentar

Parasit malaria yang paling mematikan, Plasmodiom falciparum, untuk pertama kalinya berhasil diketahui urutan genomnya. Temuan ini memberi peluang ilmuwan untuk mengetahui dengan lebih jelas bagaimana susunan genetika parasit yang menyebabkan 90 persen kematian akibat infeksi malaria. Ini menjadi dasar bagi pengembangan obat malaria yang lebih kuat.

Lagi

Iklan

RESISTENSI TERHADAP OBAT ANTI MALARIA DILACAK

Tinggalkan komentar

Para ilmuwan mengembangkan cara melacak penyebaran bentuk berbahaya malaria yang tak bisa diobati dengan terapi yang ada. Para dokter di Kamboja melaporkan kegagalan lengkap artemisinin dan piperaquine, obat utama malaria, tahun ini. Penemuan penanda resistensi yang dilaporkan di Lancet itu memungkinkan para ilmuwan untuk melacak ancaman itu.

Lagi

GEN PEMICU RESISTENSI OBAT MALARIA DITEMUKAN.

Tinggalkan komentar

Sejumlah negara di kawasan Indochina, seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar, mengonfirmasi resistensi artemisinin, obat utama malaria. Kondisi itu dikhawatirkan menyebar glogal dan mempersulit upaya mengatasi malaria. Resistensi obat malaria generasi pertama, klorokuin muncul pertama di perbatasan Thailand-Kamboja sebelum menyebar ke Asia dan Afrika.

Kini ancaman resistensi artemisinis sebagai obat generasi kedua juga muncul di wilayah itu dan mulai menyebar ke seluruh daratan Indochina. ” Artemisinin adalah obat malaria terbaik. Supaya manfaatnya terus berlanjut, efektivitasnya harus dijaga dan dipertahankan, ” kata Olivo Miotto dari Unit Penelitian Tropika Mahdio Oxford ( MORU ) Thailand kepada BBC, Senin ( 19/1 ). Analisis terhadap 1.612 sampel dari 15 lokasi di Asia dan Afrika menemukan resistensi terkait mutasi gen parasit malaria yang disebut gen kelch13.

Lagi