Gula darah di bawah level diabetes, bahkan prediabetes, tetap terkait dengan meningkatna masalah memori. Peneliti Jerman menemukan, orang dengan gula darah meningkat, meski tampak sehat, cenderung menampilkan hasil tes memori yang buruk, dibandingkan dengan yang level gula darahnya lebih rendah. Area otak yang paling bertanggungjawab untuk memori juga berbeda.

Penelitian sebelumnya menemukan hubungan antara kelainan gula darah, seperti kondisi diabetes dan prediabetes yang dikenal sebagai intoleransi glukosa. dengan buruknya fungsi otak dan dimensia, kata pemimpin penelitian Agnes Floel, seperti dikutip Reuters, Kamis ( 24/10 ) lalu. ” Kami juga tertarik untuk melanjutkan pada orang-orang yang masih dalam batas normal, ” kata Floel, Floel adalah ahli neurologi di Charite Universitas Medicine, Berlin.

Lagi