Beranda

AKHIRNYA KELSIE LAINE MARIEA MAST DAN SAMANTHA TOOPE MASUK PENJARA LAGI.

Tinggalkan komentar

Dua perempuan narapidana, Kelsie Laine Marie Mast ( 23 ) dan Samantha Faye Toope ( 20 ), berhasil melompati pagar penjara khusus wanita di Edmonton, Kanada. Lucunya, setelah lolos dari penjara, miturut media upi com, keduanya masuk ke ruang pelarian yang merupakan bagian dari arena permainan Sidequest Adventures Inc. Di ruangan itu, para peserta diberikan waktu mengembangkan strategi dan memecahkan masalah agar bisa keluar atau meloloskan diri.

” Mereka meminta untuk melihat ruangan tersebut dan dan kami mempersilahkannya. Itu adalah hal yang lumrah, ” kata Jonathan Liaw, seorang pemilik Sidequest Adventure Inc. Beberapa saat kemudian, polisi memasuki area bermain tersebut dan bertanya apakah ada narapidana yang kabur ke tempat itu.

Lagi

NARAPIDANA MEMBUAT VIDEO DI DALAM PENJARA.

Tinggalkan komentar

Otoritas Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, tengah menyelidiki bagaimana sekelompok narapidana di DeKalb County, dekat Atlanta, bisa merekam video musik menggunakan fasilitas penjara dan mengunggahnya ke Youtube. Video berdurasi 2 menit 27 detik itu diberi judul Gaya Hidup Kriminal, Langsung dari Penjara DeKalb. Stasiun televisi Atlanta, WSB-TV, melaporkan, video itu diunggah di Youtube pada Sabtu ( 31/11 ).

Lagi

ROBERT VICK TERSERANG HIPOTERMIA.

1 Komentar

Narapidana yang menjalani hukuman  terkadang tidak tahan uji menghadapi suasana di penjara. Ada yang berusaha kabur dengan cara menjebol dinding penjara, padahal  masa hukuman yang dijalani tinggal dua tahun lagi. Dengan kondisi bangunan penjara cukup ketat pengamanannya,  mustahil ada narapidana bisa lolos dari pengawasan sipir penjara.

Selain petugas sipir penjara yang berjaga di masing-masing blog ruang tahanan, ada pula regu pengaman yang berjaga di menara pengawas. Keberadaan  menara pengawas yang dilengkapi lampu sorot terang bisa mengawasi gerak-gerik narapidana saat malam tiba. Dengan ketinggian di atas pagar halaman penjara, petugas jaga  di menara pengawas  melihat kondisi areal penjara secara keseluruhan di siang hari.

Lagi

RAFAEL VALADAO KESAKITAN.

2 Komentar

Hidup di bui sungguh merupakan siksaan. Itu barangkali gambaran dalam lagu karya D’Lyod yang pernah tenar di era tahun 1970. Karena begitu tersiksanya hidup di bui ada narapidana yang berusaha kabur keluar dari penjara dengan berbagai cara. Ada yang berhasil lolos keluar penjara, ada pula yang gagal alias tertangkap kembali dan kembali diborgol masuk bui.

Pelarian narapidana  yang kabur keluar penjara tentu membutuhkan nyali besar karena sipir penjara selalu mengawasi gerak-gerak setiap narapidana. Untuk keluar dari sel tahanan saja memerlukan ide yang bisa membantu, bagaimana caranya agar tubuh yang kerempeng atau gemuk bisa keluar dari sel. Karena itulah narapidana yang berada di balik jeruji  penjara, selalu memutar otak bagaimana bisa melarikan diri dan jika berhasil lolos, tentu saja ini merupakan ide yang menarik.

Lagi

NASIB SIAL HOLDEN WOOLEY.

Tinggalkan komentar

Ada-ada saja sopir taksi yang satu ini. Jika melihat calon penumpang yang berdiri di pinggir jalan, biasanya sopir taksi akan memperlambat laju taksinya sembari memberi kode bahwa taksinya kosong. Jika calon penumpang taksi cocok dengan taksi yang menjadi seleranya, maka calon penumpang itu akan melambaikan tangan sebagai tanda bahwa ia akan menumpang taksi.

Lagi

NARAPIDANA MENGIRIMKAN JARI TANGAN YANG PUTUS.

Tinggalkan komentar

Seorang narapidana di Perancis belum tentu gembira untuk mendapatkan remisi sebagaimana narapidana Indonesia yang setiap tahun selalu mendapatkan remisi di saat moment hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sekali pun hidup di bui dibilang sengsara sebagaimana dilantunkan oleh De Loyd dalam lagunya Hidup Di Bui, ada pula narapidana yang merasa senang tinggal di bui asalkan tempat penahanannya dekat dengan rumah tinggal keluarganya.

Dengan harapan tempat penahanannya dekat dengan rumah keluarganya, maka narapidana itu merasa hidup dekat dengan keluarganya sekali pun secara fisik berbeda kenyamanannya. Untuk mendapatkan fasilitas seperti itu, terpaksa seorang narapidana di sebuah penjara Perancis mengirimkan sebagian jarinya yang putus kepada Menteri Kehakiman Perancis untuk mencari perhatian akan nasibnya di penjara. Tentu saja Menteri Kehakiman Perancis, Christine Taubira tidak tidak mengiyakan permintaan nyleneh itu.

Lagi