Setiap ibu rumah tangga yang pernah hamil tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah morning sickness. Ada yang mengalamai biasa-biasa saja ada pula yang mengalami cukup serius sehingga perlu konsultasi kepada dokter kebidanan yang menjadi rujukan konsultasi. Yang dikhawatirkan jika morning sickness parah atau hyperemesis gravidarum masuk pada kehamilan trismester kedua, yakni usia kehamilan 12 – 21 minggu, meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.

Morning sickness ditandai dengan mual dan muntah. Umumnya terjadi pada pagi hingga siang hari. Biasanya morning sickness akan berhenti pada usia kehamilan 10 – 16 minggu. Studi terhadap ibu hamil yang dirawat di rumah sakit di Swedia akibat hyperemesis gravidarum pada kehamilan trismester kedua berisiko dua kali lebih besar mengalami preeklampsia, 1,4 kali lebih besar melahirkan bayi kecil, serta tiga kali lebih besar mengalami pemisahan plasenta dari dinding rahim secara mendadak.

Lagi