Beranda

PAPARAN CAHAYA BIRU TELEPON PERPENDEK USIA.

Tinggalkan komentar

Paparan cahaya biru berkepanjangan dari telepon seluler, komputer, dan alat rumah tangga bisa memperpendek umur organisme. Riset terbaru menunjukkan, panjang gelombang biru dihasilkan dioda pemancar merusak sel-sel otak dan retina. Kajian oleh para peneliti dari Oregon State University ( OSU ) itu dipublikasikan, Senin ( 21/10/2019 ), di jurnal Aging and Mechanisms of Disease.

Lagi

BAKTERI PERUT MEMBANTU TERAPI KANKER.

Tinggalkan komentar

Tubuh manusia mengandung triliunan mikroorganisme. Selain memicu penyakit, jenis dan keragaman mikrobioma meningkatkan efektivitas terapi kekebalan tubuh ( imunoterapi ) pasien kanker. Itu menyusutkan ukuran tumor dan membersihkan kanker stadium akhir. Demikian hasil dua studi berbeda di Jurnal Science.

Lagi

MIKROORGANISME SEJENIS AMUBA BISA BELAJAR DAN MENGAJAR.

Tinggalkan komentar

Meski tanpa otak, Physarum polycephalum, mikroorganisme sejenis amuba kelompok Amoebazoa, bisa belajar dan mengajar. Meski tanpa sel-sel saraf, organisme berlendir mampu beradaptasi dengan stimulus hingga bergabung dengan yang lain membentuk gumpalan besar. Penelitian David Vogel dan Audrey Dussutour dari Universitas Toulouse, Perancis, proses pembelajaran makhluk hidup terjadi sejak sebelum sistem saraf berevolusi.

Lagi

KEDISIPLINAN MEMILAH SAMPAH BUTUH KONSISTENSI.

Tinggalkan komentar

Perilaku disiplin memilah sampah belum menjadi kebiasaan bagi sebagian besar warga maupun pengelola sampah di Indonesia. Pencampuran semua jenis  sampah mempersulit proses pengolahan menjadi materi yang berguna, seperti biofuel, etanol, dan biogas. ” Sampah itu sumber daya yang berguna, ” kata Mohammad Taherzadeh, Guru Besar Teknologi Bioproses dari University of Boras Swedia, Jumat ( 27/3 ).

Lagi

ANTIBIOTIK MEMBUNUH PATOGEN TANPA RESISTENSI.

Tinggalkan komentar

Resistensi patogen terhadap antibiotik menempati urutan pertama penyebab krisis kesehatan masyarakat. Namun, pada riset terkini, Prof Kim Lewis dari Universitas Northeastern, di Boston, Massachusetts, AS, bersama koleganya, menemukan metode baru. Satu di antara metode baru itu adalah mengembangkan bakteri yang menghasilkan 25 antibiotik baru, salah di antaranya amat menjanjikan.

Selama beberapa dekade terakhir, hasil penemuan itu mengakhiri musim kemarau temuan antibiotik kelas baru. Temuan baru antibiotik itu bisa mengeliminasi patogen tanpa menimbulkan resistensi. Ini amat menjanjikan bagi terapi infeksi kronik, seperti tuberkulosis. Riset yang disambut hangat komunitas ilmuwan dunia itu dipublikasikan pada Rabu ( 7/1 ) di jurnal Nature.

Lagi