Beranda

PACHECO BUSTAMANTE MENYAMAR JADI POLISI PALSU.

Tinggalkan komentar

Bermodalkan seragam, senter, dan pistol angin, Pacheco Bustamante ( 46 ) menghentikan sebuah kendaraan di jalan raya Interstate 95 dekat Miami, Florida, Amerika Serikat, dengan berpura-pura menjadi polisi lalu lintas. Namun, kali ini Bustamante bernasib sial karena pengemudi kendaraan yang dihentikankannya ternyata seorang detektif polisi. Polisi palsu itu pun ditahan akhir pekan lalu dengan tuduhan menyamar sebagai polisi Florida.

Lagi

PETUGAS MENYAMAR SEBAGAI SISWA SEKOLAH.

Tinggalkan komentar

Enam siswa sekolah menengah di Pearland, Texas, Amerika Serikat, ditangkap karena kasus narkoba dalam operasi  seperti dalam plot film televisi berjudul The 21 Jump Street. Kantor Sheriff County Brazoria mengatakan,  mereka bekerja sama dengan Pearland Independent School Distric. Caranya dengan  menyusupkan seorang petugas sebagai siswa sekolah menengah di Pearland dari 25 Agustus hingga 19 Desember 2014.

Lagi

ANDA PUNYA TATO DILARANG MELAMAR PEKERJAAN INI.

Tinggalkan komentar

Anda punya tato di lengan, leher, atau wajah ? Kalau punya, jangan bermimpi bisa menjadi agen rahasia di London, Inggris. Dalam pengumuman lowongan pekerjaan baru-baru ini, dinas rahasia Inggris untuk urusan keamanan dalam negeri dan anti terorisme, M15, mensyaratkan pelamar tidak boleh memiliki tato di lengan atas, wajah, dan leher.

Alasan mereka, tato semacam itu membuat agen jauh lebih mudah dikenali. Operasi pengintaian diam-diam yang dilakukan agen pun menjadi berisiko sangat besar untuk diketahui musuh. Pos yang ditawarkan oleh M15 dalam pengumuman lowongan pekerjaan itu adalah Petugas Pengintaian Bergerak ( Mobile Surveillance Officers ). Selain tidak boleh bertato, pelamar juga harus cakap dalam mengemudi mobil dan tentunya memiliki penglihatan serta pendengaran yang normal.

Lagi

PERATURAN BARU SOAL BERPAKAIAN.

Tinggalkan komentar

Demi keamanan publik, Negara Bagian Oklahoma, Amerika Serikat, sedang mempersiapkan peraturan yang melarang orang menggunakan pakaian berpenutup kepala dengan tujuan mengaburkan identitas pribadi. Meski rancangan peraturan itu menyebutkan perkecualian bagi pakaian untuk perlindungan dari cuaca buruk dan keperluan ritual agama, warga Oklahoma tetap khawatir. Besar kemungkinan penerapan peraturan dilakukan tanpa pandang bulu.

Siapa saja yang berpakaian dengan penutup kepala akan didenda 500 dollar AS atau Rp 6,3 juta. “Saya menggunakan pakaian dengan penutup kepala ( hood ) sejak masih kanak-kanak, ” ujar Eduar Carron,warga Oklahoma, sebagaimana dikutip KFOR,com. Seorang pengacara, James Siderias menyatakan, peraturan itu melanggar hak pribadi untuk memilih jenis pakaian.

Lagi