Beranda

SPERMA NYAMUK PUNYA INDERA PENCIUM.

Tinggalkan komentar

Para ahli biologi dari University Vanderbilt, Amerika Serikat menemukan bahwa sperma nyamuk memiliki indera pencium yang membuatnya aktif bergerak untuk menemukan sel telur. Temuan ini membuka peluang baru untuk mengendalikan populasi nyamuk yang menimbulkan penyakit serius seperti malaria. Hasil temuan ini dimuat dalam edisi awal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Para peneliti mendeteksi keberadaan sensor kimia disebut odorant receptors pada sperma nyamuk yang sama dengan yang ditemukan dalam sistem penciuman nyamuk. Sensor ini memainkan peran dalam menggerakkan ekor sperma untuk mencari sel telur. Seperti diketahui, nyamuk betina hidup hanya sebulan dan kawin sekali.

Lagi

MENELITI NYAMUK.

1 Komentar

Seorang peneliti memeriksa perangkap nyamuk di lingkungan Paris, Kolombia, Selasa ( 26/1 ). Studi dan Program Pengendalian Penyakit Tropis dari Antioquia’s University, yang dirilis setahun lalu, menyebutkan, nyamuk Aedes aegypti pembawa bakteri Wolbachia yang mencegah mereka dari penularan virus zika dan dengue. Miturut Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO, virus zika, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dan diduga menyebabkan cacat lahir yang serius, diperkirakan menyebar ke semua negara di Amerika, kecuali Kanada dan Cile Lagi

REKAYASA DNA UNTUK STERILISASI NYAMUK MALARIA.

Tinggalkan komentar

Metode baru rekayasa genetika yang dikenal sebagai gene drive, memberikan peluang baru mengatasi malaria. Metode gene drive pertama kali digagas ahli genetika Austin Burt dari Inperial College London pada 2003. Namun, lebih dari satu dekade gagasan itu berhenti ditahap teori. Hingga baru-baru ini ditemukan alat pemotong molekul disebut CRISP-Cas9.

Tim peneliti dari sejumlah universitas terkemuda di Eropa membelah dan menyusun ulang molekul DNA nyamuk betina Anopheles gambiae sehingga mandul. Sifat mandul bisa diwariskan. Anopheles gambiae jadi vektor utama pembawa parasit malaria di Afrika. Lagi

TANAMAN WANGI AMERIKA UTARA PENOLAK NYAMUK.

Tinggalkan komentar

Masyarakat asli yang mendiami daerah Amerika Utara sejak lama memiliki rumah yang dikelilingi rumput wangi, nama latinnya Hierochloe odorata. Tanaman itu digunakan untuk pengobatan tradisional penangkal gigitan serangga, termasuk nyamuk. Peneliti mengindentifikasi komponen rumput wangi itu sebagai senjata baru penangkal gigitan nyamuk.

Lagi

SPERMA NYAMUK PUNYA INDERA PENCIUM.

Tinggalkan komentar

Para ahli biologi dari University Vanderbilt, Amerika Serikat menemukan bahwa sperma nyamuk memiliki indera pencium yang membuatnya aktif bergerak untuk menemukan sel telur. Temuan ini membuka peluang baru untuk mengendalikan populasi nyamuk yang menimbulkan penyakit serius seperti malaria. Temuan ini dimuat dalam edisi awal Proceeding of the National Academy of Sciences.

Para peneliti mendeteksi keberadaan sensor kimia disebut odorant receptors pada sperma nyamuk yang sama dengan yang ditemukan dalam sistem penciuman nyamuk. Sensor ini memainkan peran dalam menggerakkan ekor sperma untuk mencari sel telur. Seperti diketahui, nyamuk betina hidup hanya sebulan dan kawin sekali.

Lagi

ORANGUTAN DAPAT MENGOBATI DIRI SENDIRI.

Tinggalkan komentar

Orangutan di alam dapat mengobati diri sendiri dengan makan buah-buahan dan dedaunan tertentu. Demikian hasil riset orangutan yang dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada dan Universitas Masaryk, Ceko. Kedua perguruan tinggi tersebut melaksanakan riset bersama penyakit malaria dan parasit pada orangutan.

Lagi

VAKSIN MALARIA DARI ALGA.

Tinggalkan komentar

Ahli biologi di Universitas California San Dieo AS, memanfaatkan alga hijau Chlamydomonas reinhardtill untuk menghasilkan vaksin yang berpotensi mencegah transmisi parasit malaria. Tanaman ini diharapkan dapat berkembang untuk melindungi jutaan orang yang berpotensional terkena penyakit yang mematikan itu.

Malaria disebabkan parasit protozoa yang dibawa nyamuk. Meski sejumlah obat antimalaria tersedia bagi pelancong yang hendak pergi ke daerah endemik malaria. Namun belum ditemukan vaksin yang menyediakan perlindungan tinggi. Penggunaan alga untuk memproduksi protein malaria yang menimbulkan antibodi terhadap  parasit Plasmodium falciparum termuat dalam jurnal PloS One yang dikutip Sciencedaily, Rabu ( 16/5 ).

Older Entries