Tiada yang lebih gembira di saat musim hujan tiba selain Pak Tani dan Sang Kodok. Betapa tidak musim hujan boleh disebut sebagai musim yang dirindukan petani untuk kembali mengolah sawah buat menanam padi. Demikian halnya Sang Kodok yang hidup di dua alam akan bergembira ria menceburkan diri di genangan air hujan yang mengalir ke sawah dan selokan. Kalau sudah demikian suasana bertambah riuh karena sang kodok mengorek di malam hari.

Musim hujan telah tiba setelah kemarau panjang yang panas seolah memberi kesegaran dan kesejukan tersendiri bagi kita yang hidup di daerah khatulistiwa. Akan tetapi dengan datangnya musim hujan sering diidentikkan dengan banjir jika curah hujan sangat tinggi yang menyebabkan sawah, tegalan dan perkampungan terendam banjir sebagaimana yang terjadi akhir Maret 2011, dimana Sungai Bengawan Solo meluap dan telah merendam daerah Kalitidu, Padangan dan Bojonegoro.

Lagi