Beranda

GIGANTISME HIU DIPENGARUHI EVOLUSI PENGATURAN SUHU DAN POLA MAKAN.

Tinggalkan komentar

Hiu jadi raksasa dengan mengikuti jalur evolusi. Salah satunya, jalur adaptasi ( mesothermic ) atau pengembangan kemampuan mengendalikan suhu tubuh agar hiu bisa hidup di berbagai habitat dan berburu lebih efektif. Jalur lain ialah pola penyaringan makan agar hiu bisa memakan plankton mikroskopis.

Lagi

BAYI PAUS BERBISIK KEPADA INDUKNYA.

Tinggalkan komentar

Bayi paus bungkuk berkomunikasi denganb berbisik kepada induknya demi menghindari predator. Suara 40 desibel lebih rendah daripada nyanyian paus dan 70 desibel lebih rendah dibandingkan suara paus dewasa. Riset yang dipublikasikan di jurnal Functional Ecology, 25 April 2017 ini, dilakukan dengan pengkuruan pada 8 bayi dan 2 induk paus bungkuk di Exmouth, Gulf, Australia Barat, lokasi pembesaran paus saat menuju bumi bagian selatan.

Lagi

EDDY WILLIS BERTEMU DUA PAUS RAKSASA.

Tinggalkan komentar

Berolahraga kayak di lautan dan kemudian bertemu dua paus besar tentu adalah hal yang langka. Eddy Willis yang tengah asyik berkayak  sembari memancing, tiba-tiba dikejutkan oleh sesuatu yang mengguncang kayaknya. Ada sesuatu yang menghantam dasar kayak yang sedang ia kemudikan di tengah lautan. Laman UPI melaporkan, Willis segera melihat ada dua paus berukuran sangat besar mendadak muncul dari dalam lautan.

Kedua paus raksasa itu bertabrakan tepat di depan kayak Eddy Willis. Willis pun mengunggah video dua paus raksasa yang muncul dari dalam air itu. Selain membagikan rekaman peristiwa langka itu, Willis pun mengunggah beberapa foto dari paus-paus yang sempat mengganggu aktivitas kayak yang ia lakukan.

Lagi

IKAN TAK MEMILIKI LEHER KARENA PERSULIT BERENANG CEPAT.

Tinggalkan komentar

Ciri yang membedakan antara ikan dan binatang lain adalah leher. Ikan tidak memiliki leher karena mempersulit berenang cepat. Saat ikan mengembangkan leher, dikategorikan sebagai jenis binatang lain. Binatang peralihan dari ikan jadi binatang lain karena punya leher ditemukan pada makhluk Tiktaalik roseae, makhluk separuh ikan, separuh hewan berkaki empat, yang hidup 375 juta tahun silam.

Fosil ikan itu ditemukan di Pulau Ellesmere, utara Kanada, tahun 2004. Kurator paleontologi pada Akademi Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Drexel, Philadelphia, Amerika Serikat, Senin ( 18/4 ), mengatakan, sebagai ganti leher, ikan punya serangkaian tulang yang menghubungkan tengkorak dengan tulang bahu yang menempel pada sirip, seperti tulang selangka ( klavikula ) dan tulang belikat ( skapula ). ” Tulang pengganti leher itu mendukung tubuh bagian depan, baik itu sirip maupun lengan, ” katanya.

Lagi

SATWA LIAR DAN EKOSISTEM JUGA TERDAMPAK EL NINO.

Tinggalkan komentar

El Nino yang berlangsung sejak Maret hingga akhir tahun nanti diprediksi yang terkuat selama lebih dari 10 tahun terakhir. Fenomena cuaca akibat memanasnya suhu muka laut di khatulistiwa Samudra Pasifik bagian tengah dan timur itu memicu kekeringan di sejumlah negara dan banjir di negara lain. Selain berdampak pada ketersediaan pangan dan ekonomi sejumlah negara, El Nino juga berdampak pada kehidupan berbagai satwa liar dan ekosistem.

Seperti dilaporkan dw.com, Jumat ( 31/7 ), kekeringan di Australia mengganggu penangkaran penyu hijau dan perubahan populasi itik. Sementara itu, di Kepulauan Galapagos, Ekuador, meningkatnya curah hujan menguntungkan sejumlah spesies invasif, seperti semut api dan katak pohon. Kedatangan sejumlah satwa pendatang juga mengancam keberlangsungan satwa asli, terutama sejumlah burung laut seperti burung kaki biru alias Sula nebouxii, pelikan coklat, dan burung pergat yang kekurangan makanan dan bertelur sedikit.

Lagi

IKAN OPAH MAMPU ATUR SUHU SELURUH TUBUHNYA.

Tinggalkan komentar

Pertama kali di dunia, peneliti menemukan ikan berdarah panas, yang mampu mengatur temperatur tubuhnya. Peneliti pada Southwest Fishery Science Center yang dijalankan National Oceanic and Atmospheric Administration ( NOAA ) di Amerika Serikat, Nicholas Wegner, bersama koleganya menemukan mekanisme itu pada ikan Lampris guttatus, spesies ikan opah warna-warni. Ikan itu bisa berbobot 270 kilogram dan hidup di lautan dalam ( 200-1.000 ) meter di bawah permukaan laut.

Lagi

DATARAN DI DASAR LAUT CUKUP UNIK.

Tinggalkan komentar

Dalam sebuah ekspedisi pada 1872, para kru kapal HMS Chalengger mencoba mengukur kedalaman dengan menggunakan tali yang diberi beban dan diturunkan sampai menyentuh dasar laut. Cara pengukuran yang sederhana ini menunjukkan adanya dataran luas di dasar laut dengan ketiadaan bentang alam. Penelitian berikutnya mengonfirmasi penemuan Chalengger tersebut.

Lagi

Older Entries