Beranda

KATAK SPESIES BARU, MEMIJAH SETIAP MUSIM.

Tinggalkan komentar

Seekor katak spesies baru yang diberi nama Euphlyetic kalasgramensis memilki kebiasaan unik. Berbeda dengan jenis katak lain, E katasgramensis yang ditemukan di Banglades itu kawin sepanjang tahun, bahkan saat musim dingin. Hal itu terungkap dalam jurnal penelitian PLIS ONE, 4 Februari 2015. Pimpinan tim peneliti, M Sajid Ali Howlader yang juga kandidat doktor biosains di University of Helsinki, Finlandia, mengatakan, kesimpulan spesies baru diperoleh dari analisis genetika.

Ia menjelaskan katak itu awalnya ditemukan peneliti Jerman, JG Scheneider ( 1799 ), sebagai E cyanophlyeti. Namun dari analisis genetika, bentuk tubuh dan ukurannya menunjukkan katak itu berbeda dari E cyanophlyet. Uji genetika menunjukkan gen mitokondria E kalasgramensis berbeda 5,5 persen sampai 18 persen dari spesies katak lain dalam satu marga ( genus ).

Lagi

MENJAGA TUBUH TETAP SEHAT DI MUSIM PENGHUJAN.

Tinggalkan komentar

Setelah sekian lama sambat dengan cuaca panas menyengat di  musim kemarau dan berdoa khusuk kepada Tuhan, agar segera diturunkan hujan, kini permohonan masyarakat di wilayah Indonesia dikabulkan. Alam begitu bersahabat karena turunnya hujan ibarat oase di tengah gurun gersang nan tandus. Saat ini khusus nya jelang tutup tahun 2014, hujan benar-benar sudah turun, terkadang deras, sedang,  dan celakanya sudah menimbulkan banjir di sebagian wilayah Indonesia.

Petani dan sang kodok bergembira dengan turunnya hujan, tapi tak semua orang merasa gembira dengan datangnya musim hujan. Sebaliknya yang benci dengan musim hujan, barangkali saudara-saudara kita yang sering kebanjiran rumahnya setiap kali turun hujan deras berjam-jam lamanya. Ada juga yang benci dengan  musim hujan mengingat musim hujan dan banjir identik  dengan datangnya penyakit, khususnya demam  berdarah.

Lagi

KODOK DAN KISAHNYA.

1 Komentar

Ensiklopedi bebas wiki bahasa Indonesia menyatakan  Kodok orang Jawa menyebutnya, Frog orang Inggris mengucapkannya dan katak  alias bangkong, ialah hewan  amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia.  Anak-anak biasanya menyukai kodok karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor  ( anura : a tidak, dan ura ekor ). Kodok umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh.

Lagi

TETAP SEHAT SAAT MUSIM HUJAN.

Tinggalkan komentar

Tiada yang lebih gembira di saat musim hujan tiba selain Pak Tani dan Sang Kodok. Betapa tidak musim hujan boleh disebut sebagai musim yang dirindukan petani untuk kembali mengolah sawah buat menanam padi. Demikian halnya Sang Kodok yang hidup di dua alam akan bergembira ria menceburkan diri di genangan air hujan yang mengalir ke sawah dan selokan. Kalau sudah demikian suasana bertambah riuh karena sang kodok mengorek di malam hari.

Musim hujan telah tiba setelah kemarau panjang yang panas seolah memberi kesegaran dan kesejukan tersendiri bagi kita yang hidup di daerah khatulistiwa. Akan tetapi dengan datangnya musim hujan sering diidentikkan dengan banjir jika curah hujan sangat tinggi yang menyebabkan sawah, tegalan dan perkampungan terendam banjir sebagaimana yang terjadi akhir Maret 2011, dimana Sungai Bengawan Solo meluap dan telah merendam daerah Kalitidu, Padangan dan Bojonegoro.

Lagi