Beranda

HARIMAU SEMAKIN TERFRAGMENTASI.

Tinggalkan komentar

Harimau di India tengah kehilangan 95 persen wilayah jelajahnya karena pembangunan jalan raya dan populasi yang menghambat pergerakan antarkantong. Demikian diberitakan sciencedaily.com, Kamis ( 11/1 ). Pembangunan tak terencana baik mengancam hilangnya koneksi antarwilayah harimau dan meningkatkan ancaman untuk punah.

Untuk mempertahankan populasi, harimau harus dikelola dalam sebuah jaringan, yaitu wilayah-wilayah yang terhubung dengan koridor. Studi dilakukan sejumlah peneliti dari National Centre for Biological Sciences ( NCBS ), The Wildlife Conservation Trust, The Foundation for Ecological Research, Advocacy and Learning dan The University of Montana.

Lagi

ANTHONY HUNTER MENGGIGIT TANGAN POLISI.

Tinggalkan komentar

Tangan kanan seorang polisi digigit Anthony Hunter ( 39) yang sedang merampok mesin kasir di pom bensin Lukoil di Ewing dengan memakai kapak. Sambil membuka paksa mesin kasir itu, ia menodong salah satu karyawan dan memintanya untuk memasukkan berlembar-lembar tiket lotre ke dalam kantong yang ia bawa. Saat hendak ditangkap polisi, Hunter menerjang polisi dan menggigit tangan polisi.

Lagi

KANTONG PLASTIK ADA DI SEKITAR KITA.

2 Komentar

Menggunakan mantel hujan dari plastik jamak dilakukan seseorang tatkala sedang kehujanan. Tujuannya agar badan tidak basah kena air hujan penyebab terjadinya penyakit flu dan masuk angin. Tak terkecuali Pak Tono penjual roti tawar  yang tadi pagi melintas di depan rumah, terpaksa memakai mantel dari plastik saat menawarkan dagangan rotinya ke saya.

Selain mantel hujan dari plastik, Pak Tono pun membungkus rotinya dengan selembar kantong plastik dan menyodorkan ke pembeli lain. Transaksi jual beli roti pun berlangsung di tengah gerimis hujan yang tidak juga reda sejak subuh tadi pagi. Pendek kata plastik sudah mewarnai kehidupan manusia modern dan lumrah terjadi di negeri ini.

Lagi

PENUMPANG BISA TIDUR NYENYAK DALAM BUS.

Tinggalkan komentar

Naik bus angkutan umum di Jakarta yang sarat dengan penumpang  terkadang sulit bagi badan ini untuk bergerak. Di samping kabin bis kota tidak luas, pergerakan tubuh saat ingin keluar dari tempat duduk pun cukup sulit. Penumpang harus melangkah, menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit menuju pintu bus.

Begitu tubuh bergerak menuju pintu bus kota, penumpang lain juga sama-sama bergerak  menyebabkan terjadinya dorong mendorong sesama penumpang yang hendak keluar. Lebih celaka lagi jika kita tidak waspada, ada copet beraksi siap merogoh dompet di saku atau barang yang tersimpan dalam tas. Kalau sudah begini, kewaspadaan perlu kita tingkatkan dan membayangkan, kapan ya angkutan umum bis kota Jakarta ini ada pelayanan ekstra bagi penumpangnya?

Lagi