Beranda

RAMUAN BIR DENGAN NAMA-NAMA UNIK ADA DI HANOI VIETNAM.

Tinggalkan komentar

Jelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 27-28 Februari ini di Hanoi, Vietnam, hal-hal berbau perundingan diplomatik tingkat tinggi itu mewarnai sudut-sudut kota hingga kafe, bar, pub, atau restoran. Bagi warga Hanoi, momen spesial itu dimanfaatkan untuk mendulang untung. Semacam monetisasi – bahasa kerennya.

Sejumlah ramuan bir dengan nama-nama unik, seperti ” Kim Jong Ale ” ; ” Rock It, Man ” ; dab  ” Peace Negroniations ” , disajikan di bar, kafe, atau pub.  ” Bir ini terinspirasi air murni di Gunung Paektu antar Korut dan China. Itu gunung berapi, jadi bir tersebut terasa pedas, dengan rasa lembut dan segar, ” ujar Nguyen Thi Huong Anh, Manajer Standing Bar, tentang bir Kim Jong Ale.

Lagi

TIBOR CSIZMANIA MENGGUNAKAN ROBOT PELAYAN DI KAFE MILIKNYA.

Tinggalkan komentar

Di Budapest, Hongaria, ada sebuah kafe bernama Enjoy Budapest Cafe. Kafe ini unik. Seluruh pelayannya bukan manusia, melainkan robot. Tidak hanya bisa melayani pesanan makanan dan minuman, robot-robot itu juga mampu diajak bercanda, menari bersama anak-anak, atau sebagai teman ngobrol.

Kafe tersebut dibuka perusahaan TI, W-Szoftverfejleszt. Pemilik kafe ingin publik lebih familier dengan revolusi teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan. Saat menyajikan makanan dan minuman, robot-robot pelayan itu mengikuti jalur yang sudah dibuat. Para pelanggan diminta tak memasuki jalur robot itu.

Lagi

MENGISI BATERAI GAWAI BAYAR 1 EURO.

Tinggalkan komentar

Gara-gara gawai, kebiasaan orang berubah. Sejumlah pemilik kafe di Vienna, Austria, merasakan dulu orang-orang datang ke kafe untuk bersendau gurau di antara mereka, atau menyapa pengunjung lain. Namun, sekarang orang-orang datang ke kafe untuk mencari listrik agar gawai tetap menyala. Muncul atmosfer buruk akibat akibat kesibukan orang menggunakan gawai.

Lagi

DATANG KE PUB HANYA NUMPANG KE TOILET.

Tinggalkan komentar

Ada-ada saja perilaku konsumen. Biasanya sebuah restoran, kafe, atau pub menyediakan toilet atau kamar kecil untuk keperluan konsumen yang berkunjung atau berbelanja produk yang mereka jual. Namun, seorang pengunjung di sebuah pub, Rufus T Firefly, di Glasgow, Skotlandia, punya kebiasaan unik.

Laman UPI melaporkan, pengunjung itu selalu datang ke pub tersebut dan menggunakan toilet di dalam pub, lalu keluar pub tanpa pernah membeli apa pun yang dijual pub tersebut. Kebiasaannya masuk toilet tanpa membeli dari pub itu pun diamati atau menjadi perhatian pemilik pub, yang lama-lama jengkel juga dengan kelakukan si pengunjung pubnya yang hanya menumpang ke toilet. Si pemilik pub, Will Jamieson, tak kurang akal.

Lagi

EDLAURENTZ VISAYA YAMUT BIKIN KEJUTAN DI PESTA SEKOLAH.

Tinggalkan komentar

Bagi anak remaja di Amerika, datang ke sebuah ajang sendirian tanpa pasangan dianggap sebagai hal memalukan. Namun, seorang siswa SMA di Lakewood, Washington, bernama Edlaurentz Visaya Yamut, dalam laporan laman UPI, justru diceritakan mengunggah video dan foto upayanya untuk mengirim pesan kepada siswa lain agar tak malu datang ke sebuah acara sendirian. Kenapa tak malu kawan ?

Lagi

JIKA DUDUK DALAM SATU MEJA, DAPAT GRATIS.

Tinggalkan komentar

Di tengah kecamuk perang, ide-ide perdamaian terus bermunculan. Salah satunya dilakukan sebuah kafe di kota Kfar Vitkin, Israel. Untuk menumbuhkan rasa saling memahami dan meningkatkan upaya perdamaian, kafe tersebut menawarkan diskon bagi warga Yahudi dan Arab yang duduk berdampingan atau duduk bersama dalam satu meja.

UPI melaporkan, kafe yang bernama The Hummus Bar yang terletak di dalam M Mall di Kfar Vitkin,  mengumumkan dalam akun Facebook-nya, akan memberikan diskon atau potongan harga 50 persen bagi meja-meja yang terisi setidaknya ada warga Yahudi atau Arab yang duduk bersama. ” Takut warga Arab ? Takut warga Yahudi? ” demikian yang tertulis di media The Times Israel.

Lagi

ATIPOJ DAN TEMAN-TEMANNYA KENA DENDA.

Tinggalkan komentar

Biasanya, ngobrol santai tentang peluang bisnis terasa makin afdol jika ada secangkir kopi. Ditambah suasana kafe yang nyaman, terobosan atau strategi baru biasanya akan lebih mudah mengalir. Namun, alih-alih mendapatkan ide segar, Atipoj Srisukhon dan tiga rekannya justru mendapatkan sebaliknya.

Setelah dua jam asyik berdiskusi tentang bisnis, dan menikmati sajian enam minuman hangat, mereka terperangah saat disuguhi tagihan. Seharusnya, untuk enam cangkir minuman itu, mereka hanya membayar 260 baht. Namun, kasir kafe tempat mereka berdiskusi menyuguhi tagihan sebesar 2.260 baht yang ditagihkan untuk biaya open food alias semacam biaya penggunaan fasilitas. Lagi

Older Entries