Beranda

ILMUWAN UNGKAP BAGAIMANA GATAL MUNCUL.

Tinggalkan komentar

Gatal hampir setiap hari dirasakan, baik karena digigit nyamuk maupun sebab tak jelas. Penelitian mengungkap bahwa sel saraf di sumsum tulang belakang membantu transmisi sinyal gatal ke otak. Penelitian berjudul ” Neuropeptida Tulang Belakang Y1 Neuron Membentuk Jalur Eksitasi Esensial untuk Gatal Mekanik ” itu dimuat dalam jurnal Cell Reports yang juga dipublikasikan tim peneliti dari Institut Salk untuk Studi Biologi, Amerika Serikat, dan Universitas Torino, Italia.

Lagi

GANGGUAN MATA KARENA PENGGUNAAN KOMPUTER.

8 Komentar

Sakit maupun sehat akan dialami setiap manusia selama dia hidup di dunia. Kesehatan tubuh seseorang yang baik sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, asupan nutrisi, imunitas maupun tingkat stres. Karena itu menjaga kesehatan menjadi langkah penting sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Sementara berdoa dan usaha berobat jika sudah jatuh sakit, menjadi hal wajib untuk mengupayakan kesembuhan. Gangguan kesehatan pada manusia modern yang berhubungan erat dengan penggunaan sarana penunjang kerja, yaitu komputer saat ini semakin banyak terjadi pada masyarakat. Gangguan ini jika tidak diwaspadai sejak dini bukan mustahil akan menjadi penyakit  serius.

Lagi

KODOK DAN KISAHNYA.

1 Komentar

Ensiklopedi bebas wiki bahasa Indonesia menyatakan  Kodok orang Jawa menyebutnya, Frog orang Inggris mengucapkannya dan katak  alias bangkong, ialah hewan  amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia.  Anak-anak biasanya menyukai kodok karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor  ( anura : a tidak, dan ura ekor ). Kodok umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh.

Lagi