Cafe dalam pengertian sehat dengan reiki adalah kedai kopi, di mana pengunjung dapat bersantai sambil minum kopi, teh atau wedang jahe sambil membaca koran atau majalah baik di pagi hari sebelum berangkat kerja atau sore hari selepas bekerja. Demikian pula di kampung saya di Laweyan Solo, sejak dulu sudah ada cafe tradisional yang menempati emperan rumah orang dan berjualan sejak jam 5 sore hingga jam 3 pagi. Cafe tradisional inilah yang sampai sekarang tetap bertahan melawan cafe modern yang sekarang banyak tumbuh berjejalan di kota Solo.

Cafe tradisonal yang menjadi ciri khas budaya wong Solo yang seneng lek-lekan di malam hari, memang sudah ada sejak dulu. Jika dalam perkembangannya, pengunjung yang dulu datang adalah kaum marginal yang mengais rejeki di Solo seperti tukang becak, tukang gali saluran, tukang batu, buruh batik bahkan juragan batik dengan sebutan Ndoro kakung , saat ini beragam profesi mulai dari tukang becak hingga kalangan terpelajar di Solo tetap setia datang bertamu dan ngobrol ngalor ngidul sampai larut malam. Mereka begitu asyik menikmati suasana malam kota Solo sambil leyeh-leyeh slonjor di atas tikar di emperan toko atau nangkring di atas lincak.

Lagi