Beranda

TAK TIDUR SEMALAM PICU KENAIKAN BERAT BADAN.

Tinggalkan komentar

Studi terbaru menunjukkan, saat pria kehilangan satu malam saja kebiasaan tidurnya, tubuh mereka merespons perubahan ini yang bisa mendorong kenaikan berat badan dan kehilangan otot. Studi yang dipublikasikan 22 Agustus 2018 pada jurnal Science Advances, para peneliti mengamati perubahan jaringan lemak dan otot pada 15 lelaki muda merespons kehilangan waktu tidur ini.

Lagi

KENALI TANDA-TANDA GANGGUAN MAKAN.

Tinggalkan komentar

Gangguan pada makan bisa memicu masalah kesehatan serius. Namun, tanda gangguan makan kurang dikenali masyarakat. Survei YouGov pada 2.108 orang dewasa di Inggris, menandai Pekan Peduli Gangguan Makan, menemukan 79 persen responden tak tahu gejala psikologis, seperti rendah diri atau punya persepsi salah terkait berat badan.

Lagi

MENGONSUMSI KOPI DAN TEH CEGAH KEGEMUKAN.

1 Komentar

Mengonsumsi kopi dan teh tanpa gula bisa mencegah kegemukan. Penelitian Lonceng Wu dan timnya dari Bagong University of Science and Technology,WuhanChina, yang diterbitkan di Jurnal Nature Communications edisi 27 Juni 2017, menyatakan, unsur kafein dalam kopi dan teh membantu menurunkan berat badan.

Lagi

MENGONSUMSI KOPI DAN TEH CEGAH KEGEMUKAN.

Tinggalkan komentar

Mengonsumsi kopi dan teh tanpa gula bisa mencegah kegemukan. Penelitian Lonceng Wu dan timnya dari Bagong University of Science and Technology,WuhanChina, yang diterbitkan di Jurnal Nature Communications edisi 27 Juni 2017, menyatakan, unsur kafein dalam kopi dan teh membantu menurunkan berat badan.

Lagi

OLAHRAGA SAJA TAK CUKUP UNTUK JAGA BERAT BADAN.

Tinggalkan komentar

Olahraga saja, tanpa menjaga makan, tak cukup untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Bahkan, dalam periode dua tahun, mereka yang banyak berolahraga saja, penurunan berat badannya lebih kecil dibandingkan orang yang olahraganya kurang, tetapi disertai pengaturan makan. Kesimpulan studi yang dipimpin Lara Dugas dari Sekolah Kedokteran Strich Universitas Loyola Chicago, AS, itu membantah studi lain bahwa epidemi obesitas di AS saat ini dipicu kurangnya aktivitas fisik.

Lagi

GARCINIA CAMBOGIA PICU PERASAAN TAK NORMAL.

1 Komentar

Suplemen pengurang berat badan mengandung ekstrak asam malabar Garcinia cambogia banyak dikonsumsi. Namun, suplemen itu diduga berefek samping psikologis, memicu manik atau mania, yaitu perasaan tak normal ditandai munculnya alergi, agitasi, dan kegemberiaan berlebih. Gejala manik tak ingin tidur, mudah marah,  boros belanja, dan berbicara cepat.

Manik salah satu gejala bipolar, biasanya muncul setelah depresi berat dan bisa mendorong perilaku membahayakan. Dugaan efek samping dipublikasikan di jurnal The Primary Care Companion for CNS Disorders dari tiga kasus.

Lagi

DETEKSI GULA DARAH BISA LEWAT KERINGAT.

2 Komentar

Para penyandang diabetes suatu saat tidak perlu kesakitan saat mengukur kadar gula darah. Studi terbaru menunjukkan, kadar glukosa pada keringat secara akurat mencerminkan kadar glukosa dalam darah sehingga mendorong penelitian ban yang dipasang mengelilingi tangan dan mendeteksi kadar glukosa pada keringat seseorang. Kini penderita diabetes harus menusuk ujung jari untuk mengambil darah yang akan diukur.

Lagi

PASIEN KANKER YANG GEMUK BERTAHAN LEBIH LAMA.

Tinggalkan komentar

Obesitas jadi faktor risiko kanker usus besar dan muncul kembalinya kanker itu pada mantan penyintas. Namun, hasil studi terbaru dari Duke University menunjukkan, pasien kanker usus besar dengan indeks massa tubuh ( IMT ) minimal 25 bisa bertahan 2,5 bulan lebih lama setelah memulai pengobatan dibandingkan pasien dengan IMT di bawah 25. IMT 25 ke atas termasuk gemuk.

Lagi

FRUKTOSA DORONG KEINGINAN MAKAN BERLEBIH.

Tinggalkan komentar

Konsumsi minuman mengandung fluktosa atau gula buah akan memicu keinginan makan makanan berkalori lebih banyak dibandingkan dengan mengonsumsi minuman mengandung glukosa atau gula pati. Glukosa dan fruktosa memberi efek berbeda terhadap rasa lapar karena kedua zat itu berinteraksi secara berbeda dengan hormon yang mengontrol rasa kenyang. ” Tidak seperti glukosa, fruktosa tidak menstimulus hormon insulin yang memberi sinyal rasa kenyang ke otak, ” kata Kathleen A Page, asisten guru besar kedokteran klinik di Universitas California Selatan ( USC ), Amerika Serikat, kepada Livescience, Selasa ( 5.5 ).

Lagi

KELEBIHAN BERAT BADAN KURANGI RISIKO DEMENSIA.

Tinggalkan komentar

Tubuh kurus atau berat badan kurang pada usia paruh baya ternyata berdampak buruk pada kesehatan otak. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancer Diabetes and Endocrinology, Jumat ( 10/4 ), mereka yang kekurangan berat badan di usia lebih dari 40 tahun rentan menderita demensia atau pikun lebih tinggi 34 persen pada 15 tahun berikutnya. Ini dibandingkan dengan yang berat badannya normal atau bahkan kegemukan.

Lagi

Older Entries