Warga Mongolia berbondong-bondong menawarkan harta bendanya, mulai dari uang tunai perhiasan, hingga kuda-kudanya, kepada pemerintah yang harus membayar obligasi negara senilai 600 juta dollar AS, bulan depan.  Pemerintah Mongolia nyaris bangkrut akibat krisis ekonomi yang terajdi menyusul kolapsnya investasi asing, pertumbuhan yang lamban, rendahnya harga komoditas, dan penurunan pertumbuhan di Tiongkok.  Mata uang tugrik kehilangan hampir seperempat nilainya pada tahun lalu.

Lagi