Beranda

MAJED ABDENNOUR MEMETIK KECAPI UNIK TERBUAT DARI SENAPAN SERBU KALASHNIKOV.

Tinggalkan komentar

Ada cara unik warga Baghdad, Irak, untuk melawan kekerasan. Salah satunya adalah Majed Abdennour ( 50 ). Warga Baghdad itu memiliki sebuah kecapi unik.

Kecapi itu dibuatnya dari sebuah senapan serbu buatan Kalashnikov dan kotak amunisi. Dengan mengenakan blazer biru dan dasi gelap, Abdennour memetik senar instrumennya yang tidak biasa itu. Sebagaimana diunggah kantor berita AFP, Sabtu ( 10/8/2019 ), Majed yang berprofesi sebagai guru itu memang memiliki senapan serbu di rumah untuk melindungi diri dan keluarganya saat Irak terbenam dalam kekerasan sektarian era tahun 2006 hingga 2008.

Lagi

UPACARA PERDAMAIAN WARGA DUA DESA DI CHINA SELATAN.

Tinggalkan komentar

Dua desa di China selatan, yakni Guolong dan Beishan, selama 200 tahun ini menerapkan peraturan yang aneh. Mereka melarang warga masing-masing desa saling menikah satu sama lain. Namun, peraturan itu akhirnya dihapuskan pada Minggu ( 6/5/2018 ) lalu.

Alasan penghapusan peraturan itu sangat praktis, tidak ada satu pun warga dari kedua desa yang ingat siapa yang memulai larangan menikah tersebut pertama kali. Para perwakilan dari Desa Guolong dan Beishan, yang sama-sama terletak di Puning, Provinsi Guangdong, Minggu, mengadakan upacara perdamaian. Lewat upacara ini, seperti dilaporkan globaltimes.cn, permusuhan di antara kedua desa yang berusia dua abad resmi berakhir.

Lagi

PERDAGANGAN SATWA DARI MYANMAR KE TIONGKOK NAIK.

Tinggalkan komentar

Studi terkini berdasarkan data survei dua dekade menunjukkan, perdagangan bagian tubuh harimau dan jenis kucing liar lain dari Myanmar ke Tiongkok meningkat. Pada laporan yang diterbitkan di jurnal Biological Conservation edisi terbaru, perdagangan di toko-toko di Mong La, daerah Myanmar di perbatasan Tiongkok, disebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam delapan tahun terakhir. Sementara itu, penjualan di kota lain, Tachilek, yang berbatasan dengan Thailand, menurun.

Lagi

NYAMAN DAN DAMAI DALAM KESEHARIAN.

1 Komentar

Ada orang desa begitu  kembali dari kota, mengatakan bahwa hidup di kota besar bagaikan berpacu dengan melodi, eh…bukan berpacu dengan  kecemasan. Maksudnya, cemas ketinggalan angkutan umum yang membawanya ke tempat kerja. Lalu cemas takut bangun  kesiangan dan buru-buru mandi dan berdandan rapi agar sampai kantor tepat waktu.

Kecemasan masih ditambah lagi dengan cemas lainnya, di antaranya cemas menghadapi kemacetan lalu lintas di jalan. Dia takut keserempet mobil di pinggir jalan saat sedang berjalan di trotoar. Saat naik angkutan umum, kecemasan semakin bertambah saat sopir menjalankan kendaraannya ugal-ugalan dengan tancap gas mengejar setoran.

Lagi