Beranda

KONSUMSI BIJI-BIJIAN TEKAN RISIKO KANKER KOLOREKTAL.

Tinggalkan komentar

Konsumsi biji-bijian  tiap hari, seperti beras merah atau roti gandum, menekan risiko kanker kolorektal ( usus besar ). Laporan itu pertama kali diluncurkan American Institute for Cancer Research dan Dana Riset Kanker Dunia. Selain itu, konsumsi rutin daging merah, seperti daging sapi dan babi, serta hot dog dan daging olahan lain bisa memicu kanker.

Lagi

TETAP KENYANG SEPANJANG HARI DENGAN SARAPAN TELUR.

1 Komentar

Sebelum beraktifitas di pagi hari sangat disarankan seseorang sarapan lebih dulu agar dapat menunjang aktivitas tubuh saat dipakai bekerja. Bagi pelajar tentu sangat bermanfaat agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Sarapan dengan menu mengandung protein sangat dianjurkan, pasalnya mengonsumsi protein dapat mencegah atau mengurangi kebiasaan ngemil makanan manis di malam hari.

Lagi

INGIN MENCICIPI STEAK.

Tinggalkan komentar

Anda yang terbiasa makan di warung tegal, padang atau restoran cepat saji, barangkali sudah pernah dengar yang namanya steak. Boleh jadi saat lidah kita sudah familiar dengan rasa makanan khas Indonesia, tiba-tiba kata steak muncul di tengah-tengah makanan asli Indonesia itu. Tentu saja kedatangan steak dari belahan dunia sana, ditanggapi dengan berbagai cara.

Ada yang langsung kepincut ada yang masih pikir-pikir dulu untuk mencoba apa itu rasa steak?  Kini steak tampaknya sudah menjadi bagian santapan sehari-hari yang bisa kita pesan di restoran. Steak bisa dimasak dengan cara tradisional ala Indonesia, maupun gaya khas dari negara asalnya sana. Tengok saja olahan berbahan baku daging sapi ini akan mengundang selera makan jika dimasak dengan benar.

Lagi

DAGING SAPI TERKONTAMINASI.

Tinggalkan komentar

Pemerintah Jepang segera menghentikan pengiriman daging sapi dari Fukushima menyusul ditemukannya kandungan bahan radioaktif yang mencapai 500 kali lebih tinggi dari standar keselamatan. Insiden terkontaminasinya berbagai jenis makanan dan air, menyusul bocornya reaktor nuklir Daiichi saat terjadinya gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu. Kondisi tercemarnya bahan makanan dan minuman telah memicu kecemasan publik Jepang.

Lagi