Kalau digambarkan dalam postingan sebelumnya bahwa Tarsius saja suka  tersenyum, kenapa kita sebagai manusia yang dibekali akal dan budi tidak juga mau tersenyum kepada sesama?  Boleh jadi di saat kita sedang gundah gulana dan dalam suasana kalut pikiran, dengan memberikan senyum iklas akan memberikan kelapangan hati. Kalau hati lapang dengan sendirinya kita juga nyaman saat berdekatan dengan orang lain.  Karena itulah, orang bijak mengatakan hati manusia akan tertutup rapat bila dia sedang marah-marah atau sedang dipenuhi oleh emosi negative.

Orang dapat tersenyum artinya dia itu sehat. Karena suasana hatinya sedang gembira yang ditandai dengan senyumannya yang ikhlas, maka dengan sendirinya orang lain yang melihatnya akan senang. Coba kalau kita sedang menampakkan ulat peteng dan diam terus, orang lain akan segan mendekat. Jangankan mendekat, berbicaran pun tidak mau. Karena mereka tahu penampakan kita yang dijejali raut muka tidak sedap, menandakan kita sedang banyak masalah.

Lagi