Beranda

PRODUK TERAPI GENETIKA DISETUJUI.

Tinggalkan komentar

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat ( FDA ) memberikan izin voretigene neparvovec-rzyl, yaitu terapi genetik dari Spark Therapeutics untuk mengobati kebutaan akibat keturunan untuk pasien anak dan dewasa, Selasa ( 19/12 ). Komisioner FDA, Scott Gottlieb, mengatakan, pemberian izin itu menjadi tonggak bersejarah. Produk terapi genetika dengan nama dagang Luxturna ini bekerja dengan mengganti gen yang rusak penyebab gangguan pada mata dengan DNA fungsional.

Lagi

TEH BERKAFEIN MENURUNKAN RISIKO GLAUKOMA.

Tinggalkan komentar

Penelitian terbaru dari para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan, ada kaitan erat antara meminum secangkir teh berkafein per hari dengan penurunan risiko glaukoma. Kandungan antioksidan pada teh berkafein mampu melindungi saraf-saraf mata dari peradangan. Tim peneliti mengkaji ulang data National Health and Nutrition Examination Survey tahun 2005-2006.

Lagi

TERAPI GENETIKA UNTUK CHOROIDEREMIA.

Tinggalkan komentar

Melalui studi terhadap pasien di Inggris serta 18 pasien di Amerika, Kanada, dan Jerman selama 4 tahun 6 bulan, sejumlah ilmuwan di Universitas Oxford, Inggris, mencari cara menyembuhkan penyakit choroideremia, yakni penurunan secara gradual kualitas retina dan sel-sel di belakang mata. Studi awal yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine itu menunjukkan bahwa kelainan tersebut bisa diatasi dengan terapi genetika. Konsepnya, salinen gen yang dimasukkan ke belakang mata akan mengoreksi gen yang cacat.

Lagi

ALEXANDER MITCHELL PENEMU MERCUSUAR.

Tinggalkan komentar

Alexander Mitchell ( 1780 – 1868 ) dikenang sebagai penemu mercusuar yang dibangun dengan metode srewpile. Metode ini kemudian diterapkan dalam pembangunan ratusan mercusuar lain di dunia. Mitchell mulai kehilangan penglihatan saat remaja dan buta total pada tahun 1802.

Namun dia tidak menyerah dengan kondisi penglihatannya dan hanya berdiam diri saja meratapi nasibnya. Ia langsung  bangkit dan beradaptasi dengan kebutaannya, sampai-sampai orang di sekitarnya tidak menyadari hal tersebut. Ia hobi main backgammon sebagai mainan favoritnya saat penglihatannya sudah buram.

Lagi

GANGGUAN KESEHATAN MATA.

Tinggalkan komentar

Kita hidup di jaman modern dimana dalam kegiatan harian di kantor saat ini selalu berhubungan dengan komputer sebagai sarana penunjang pekerjaan. Tak jarang dari pagi saat mulai bekerja hingga tengah hari saat rehat makan siang, layar komputer selalu menyala yang menandakan kegiatan pekerjaan sedang berlangsung. Selepas makan siang pun ketika melanjutkan pekerjaan, kita kembali akan beraktivitas menggunakan komputer. Boleh jadi mata sebagai indera penglihatan lama kelamaan akan merasa lelah bila dipaksakan menatap terus layar monitor komputer.

Jika sudah begini akan ada gangguan kesehatan yang memengaruhi daya kerja mata. Lebih dari sekedar gangguan penglihatan pada mata, sejumlah penyakit mata bisa berujung pada kebutaan. Mudah-mudahan sinyalemen akan penyakit yang bisa membuat  mata buta tidak terjadi pada kita semua, asalkan kita bisa merawat kedua mata kita dengan baik.

Lagi

UNTUK SAHABAT SAYA NYOMAN KUSUMO.

Tinggalkan komentar

Reiki adalah tradisi esoterik dari Tibet 8 abad sebelum Masehi yang mendayagunakan energi alam semesta untuk menyembuhkan penyakit di zaman itu. Terkenal dengan istilah penyembuhan Buddha. Lalu abad 1 Masehi lahir Nabi Isa ( Kristen menyebutnya Yesus ) yang diberi mujizat Tuhan dengan kemampuan penyembuhan penyakit sopak, buta dan menghidupkan kembali manusia yang sudah mati dengan izinNYA. Nabi Isa melakukan penyembuhan hanya dengan mengusap/menyentuh tubuh pasien. Energi kasih yang diberikan Yesus (Isa) mengalir dan menyembuhkan pasien.

Dan sebenarnya kita sebagai manusia normal secara default pun dianugerahi kemampuan menyembuhkan diri sendiri untuk kasus penyakit ringan atau berat. Ya, energi penyembuhan ini berasal dari alam semesta. Di Jepang istilah ini mengacu pada bahasa Jepang REI= alam semesta dan KI= energi. China menyebutnya CHI, Arab menyebut Baraka. Dan pada manusia primitip jaman pra sejarahpun tradisi ini tetap dipakai.

Lagi