Beranda

SUARA BERISIK PERAHU GANGGU PERILAKU IKAN.

Tinggalkan komentar

Polusi suara dari mesin perahu bisa mengubah perilaku ikan pembersih dan ikan inangnya. Ikan pembersih secara alami memakan parasit pada tubuh si inang. Namun, perilaku itu berubah saat biota pada ekosistem terumbu karang itu terpapar suara berisik.

Lagi

TUTUPAN ES DI LAUT ARKTIK DEKATI REKOR TERENDAH.

Tinggalkan komentar

Luasan dan ketebalan es di Laut Arktik mencapai titik maksimum setiap bulan Maret dan minimum tiap bulan September. Tutupan es di Arktik, Maret 2016, termasuk terendah dalam 40 tahun terakhir. ” Musim dingin di Arktik tahun ini cukup hangat, suhunya 5,5-8,3 cerajat celcius di atas normal, ” kata peneliti Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat ( NASA ), Walt Meier, Sabtu ( 26/3 ).

Kini, sekitar 50 persen massa atau volume es di Arktik telah hilang. Bahkan, tahun 2015, tutupan es di Arktik adalah keempat yang terendah sejak 1970. Tutupan es terendah di Arktik terjadi tahun 2012, hanya 3,41 juta kilometer persegi.

Lagi

TIGA LUMBA-LUMBA TELUK BENOA DISELAMATKAN.

Tinggalkan komentar

Tim jejaring penanganan terpadu Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, dokter hewan Universitas Udayana, dan masyarakat setempat menyelamatkan tiga lumba-lumba terdampar, Minggu ( 5/4 ) di Teluk Benoa, Bali. ” Satu induk lumba-lumba bersama dua anaknya terdampar di perairan Teluk Benoa, ” kata Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil KKP, Sudirman Saad, Senin ( 6/4 ) di Jakarta. Penyelamatan dilakukan dengan menggiring lumba-lumba ke luar teluk ke laut lepas.

Lagi

DAMPAK TUMPAHAN MINYAK DI LAUT TERHADAP BIOTA.

Tinggalkan komentar

Lima tahun berlalu, para peneliti menunjukkan dampak tumpahan minyak akibat ledakan di instalasi minyak lepas pantai Deepwater Horizon ( DWH ) di Teluk Meksiko, Amerika Serikat, 20 April 2010 lalu. Paparan minyak diatasi dengan 1,9 juta galon pelarut kimia. Dimuat Sciencedaily, 17 April 2015, dampak tumpahan minyak mencapai 100.000 kilometer garis pantai di Lousiana, Alabama, Missisippi, dan Florida.

Lagi

SURVEI ARKEOLOGI LAUT DI RAJA AMPAT.

Tinggalkan komentar

Tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan memaparkan hasil survei arkeologi bawah laut di perairan Pulau Wai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Survei itu dilakukan tim yang dipimpin Rainer Troa dan menemukan antara lain, dua bangkai pesawat tempur tipe Fighter-Bomber P-47 Thunderbolt milik Sekutu dari masa Perang Dunia II.

Pesawat itu jatuh pada 21 Oktober 1944 akibat cuaca buruk. Pesawat sepanjang 13 meter itu jatuh seusai menyerang basis tentara Jepang di Ambon. Bangkai pesawat pertama ditemukan di lereng pantai di kemiringan 45 derajat dan kedalaman 30 meter. Saat ditemukan pesawat itu diselimuti beragam jenis karang dan biota laut.

Lagi

KIMA EFISIENSIKAN SINAR MATAHARI.

Tinggalkan komentar

Siapa sangka warna-warni permukaan tubuh kima ( Tridacena sp ) ternyata menyimpan fungsi pemantul cahaya matahari yang sangat efisien. Pantulan cahaya itu bergelombang biru dan merah dengan sudut datang dan kekuatan yang pas dibutuhkan ganggang berfotosintesis. Itu kesimpulan penelitian para pakar di Univercity of  Pennsylvania, Univercity of  California, dan NASA di Amerika Serikat yang mengamati serta mengkaji secara molekuler dan fisika tubuh luar moluska bercangkang dua raksasa itu.

Penelitian dipublikasikan pada Journal of the Royal Society Interface dan dikutip Sciencedaily, 2 Oktober 2014. Ketertarikan para peneliti pada kimia atau keong laut raksasa didasarkan anggapan umum setiap warna-warni tubuh makhluk hidup terutama di laut, punya fungsi berbeda-beda. Misalnya, warna-warni pada karang atau gurita yang berfungsi menarik perhatian pasangan/kawin dan berkamuflase.

Lagi

KARBON DIOKSIDA MUSNAHKAN KEHIDUPAN LAUT.

Tinggalkan komentar

Manusia menghasilkan 300 ton karbon dioksida per detik. Sepertiga karbon dioksida itu diserap lautan hingga menghambat perubahan iklim. Namun, akibatnya, laut menjadi asam. Kadar karbon dioksida di atmosfer yang diukur di Observatoriom Mauna Loa, Hawai, AS, 9 Mei 2013, mencapai 400 bagian per sejuta (ppm ).  Padahal, sebelum Revolusi Industri pada akhir abad ke18 hanya 280 ppm.

Lagi